Arsul Sani: Perma 1/2020 Dikhawatirkan Mengurangi Independensi Hakim

  • Whatsapp
Wakil Ketua MPR Arsul Sani di Gedung DPR RI Nusantara III, Senayan. (Nusadaily.com/olivia)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani mengkritisi penerbitan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2020, Pedoman Pemidanaan Perkara Tipikor Pasal 2 dan 3 Undang-Undang (UU) Tipikor. Aturan tersebut dikhawatirkan mengurangi independensi hakim.

“Kalau hakim itu diikat dalam peraturan di bawah UU oleh MA, apakah itu tidak akan mengurangi independensi atau kemerdekaan hakim itu sendiri,” ungkap Arsul dalam keterangannya, Selasa 4 Agustus 2020.

"
"

Baca Juga

"
"

Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR itu mengatakan, hakim memiliki independensi dalam menjalankan tugasnya. Hakim tidak boleh diintervensi saat mengadili perkara.

“Kemandirian (Independensi) itu artinya tidak bisa diintervensi oleh legislatif, eksekutif, maupun oleh MA,” tegasnya.

Dia menilai, ketentuan pemidanaan terdakwa kasus korupsi, sebaiknya dibuat dalam bentuk petunjuk teknis (Juknis). Hal itu dianggap, tetap bisa menjaga independensi hakim dalam memutus perkara.

“Jadi itu pedoman saja buat para hakim, bukan dalam bentuk peraturan,” ucapnya.

Arsul mencontohkan, MA Belanda yang membuat kesepahaman di antara para hakim, dalam memutuskan perkara. Hukuman yang diberikan disesuaikan dengan putusan dan kasus serupa sebelumnya.

“Kalau menghadapi kasus yang sama, dengan fakta yang sama, dengan alat bukti yang sama dan dengan posisi terdakwa yang sama, ya sudah. Cuma understanding saja, bukan dalam bentuk peraturan,” jelasnya.

MA merilis pedoman pemidanaan tindak pidana korupsi, untuk mencegah disparitas. Perma yang diundangkan pada 24 Juli 2020 ini, berisi pedoman kepada para hakim yang mengadili perkara tindak pidana korupsi untuk memberikan vonis hukuman dalam sejumlah kategori.

Salah satunya, pelaku korupsi yang terbukti merugikan negara dengan nilai minimal Rp100 miliar, akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atau penjara 16 tahun hingga 20 tahun.(via/lna)

Post Terkait

banner 468x60