Aplikasi Perisai Pancasila, Alat Ukur Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi ASN

  • Whatsapp
aplikasi pancasila
Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP Dr. Rima Agristina saat mengikuti diskusi terpumpun. (BPIP for Nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Senin (7/9) mengadakan Diskusi terpumpun dalam penyusunan draf alat ukur pembinaan ideologi Pancasila di tingkat Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri.

Dalam diskusi tersebut BPIP mengundang pakar alat ukur pembinaan ideologi Pancasila, yang nantinya akan dibuat dalam pertanyaan berupa soal di aplikasi Perisai Pancasila. Dimana diantaranya, Dr. Panutan Sakti Sulendra Kusuma S. H., S.E.,M.T.Ak.C.A. dan Prof. Dr Sudaryono, SUP.

Baca Juga

Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi Dr. Rima Agristina menjelaskan, tahapan yang akan dilakukan nantinya menggunakan aplikasi “Perisai Pancasila”. Dia menjelaskan, alat ukur yang sudah dibuat saat ini memiliki 7 alat ukur dan sudah selesai pada 2019 lalu. Sementara untuk aplikasi, Dr Rima mengatakan, pelaksanaan pengukuran pemahaman Pancasila di lingkup ASN nantinya akan menggunakan aplikasi “PerisaiPancasila”.

“Jadi bisa diakses pake gadget (gejed) kaya ngisi google form dan bisa juga menggunakan website. Dan sekarang ini kami memutakhirkan alat ukur tersebut supaya bisa lebih baik lagi dari apa yang sudah ada dan memahami alat ukur ini,” jelasnya.

BACA JUGA: Jaga Data, BPIP Gandeng Arsip Nasional RI

Dr. Rima menjelaskan, membangun alat ukur yang akan dilakukan di “PerisaiPancasila” bukan untuk mengetes pengetahuan ASN yang mengikutinya. Melainkan, dengan cara psikometri supaya bisa mencari tahu bagaimana penerapan pancasila di lingkungan ASN baik dalam lingkungan pekerjaan atau lingkungan rumah.

“Pertanyaan-pertanyaan itu dibuat bukan untuk mengetes pengetahuan ASN, tapi mencerminkan sikap dia sehari hari bagaimana di pekerjaan atau di lingkungan rumah,” tuturnya.

Rima mengaku bahwa saat ini sudah ada 7 draf yang dibuat oleh timnya untuk mengetahui bagaimana keseharian masyarakat di lingkup Polri, TNI, Pendidikan, UMKM, Perempuan khusus, pekerja migran, media, dan pemuda.

“Nah 7 yang saya sebutkan itu yang nanti akan kita lakukan alat ukurnya kepada masyarakat yang akan terlibat akan dilakukan tes variabel. Dan bukan untuk mengetes kejujuran saja seperti tes pengetahuan melainkan kembali lagi dalam sikap keseharian yang diterapkan,” jelasnya.

BACA JUGA: BPIP dan Kemenag Kolaborasi Rancang SIGMA Pancasila

Sementara itu, Dr. Panutan Sakti Sulendra Kusuma S. H., S.E.,M.T.Ak.C.A. Mengatakan, proyek yang dilakukan oleh BPIP saat ini sudah sangat bagus dan penting untuk dilakukan. Menurutnya menyepakati tolak ukur dalam instrumen pengukuran dalam deputi lain sangat berbeda dan sangat penting untuk dilaksanakan.

“Proyek ini sangat baik sekali, cuma tantangannya sangat krusial dan bagaimana menyepakati tolak ukurnya kemudian teori lokal foundation dilakukan dan dijabarkan dalam instrumen pengukuran. Dan semua dilakukan dalam setiap kedeputian,” tutupnya. (sir/lna)