Akademisi Unsoed: Perlunya Perkuat Gotong Royong Hadapi Pandemi

  • Whatsapp
Pandemi covid
Ilustrasi-Salah satu spanduk yang terpasang di Kampung Tangguh Jaya, RW 04 Kel. Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Nana Sutikna mengingatkan perlunya memperkuat rasa gotong royong dan persatuan untuk bersama-sama menghadapi pandemi COVID-19′.

BACA JUGA : G20 Serukan Respon dan Kesiapan untuk Hadapi Pandemi di Masa Depan – Nusadaily.com

Bacaan Lainnya

“Semangat gotong royong, serta rasa persatuan dan kesatuan harus makin diperkuat lagi pada saat kondisi pandemi seperti sekarang ini,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.

Dosen Magister Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed itu menjelaskan bahwa seluruh elemen bangsa harus saling bersinergi dalam menghadapi krisis akibat pandemi COVID-19 dan bersama-sama melakukan upaya penanggulangan.

“Karena upaya untuk menanggulangi pandemi bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan juga tugas semua elemen bangsa ini,” katanya.

BACA JUGA : Negara G20 Serukan Respons dan Kesiapan Hadapi Pandemi di Masa Depan – Noktahmerah.com

Dia mengatakan Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei bisa dijadikan momentum untuk meneguhkan komitmen seluruh elemen bangsa dalam rangka memperkuat rasa gotong royong dan semangat persatuan.

Momentum Untuk Refleksi

“Harkitnas pada 20 Mei 2021 besok juga bisa dijadikan momentum untuk refleksi, menilai kembali, sebagai sebuah bangsa sudah sejauh mana kita bersatu padu menghadapi krisis akibat pandemi COVID-19,” katanya.

Karenanya, menurut dia, seluruh elemen bangsa harus berperan aktif dalam memanfaatkan momentum Harkitnas. Untuk makin mempererat lagi rasa persatuan, rasa saling empati dan peduli sesama masyarakat.

BACA JUGA : Menlu: Solidaritas Hadapi Pandemi Penting Bagi Pemulihan Ekonomi Dunia – Beritaloka.com

“Meskipun protokol kesehatan menganjurkan perlunya jarak fisik, menghindari kerumunan dan bijak dalam beraktivitas namun rasa persatuan jangan sampai ikut berjarak. Caranya dengan saling memahami, saling peduli, saling menghormati, mari bersama-sama berperan aktif melakukan hal itu,” katanya.

Dengan rasa persatuan yang makin erat di tengah masyarakat, kata dia, maka diharapkan akan makin menggelorakan lagi semangat. Untuk berjuang bersama menghadapi COVID-19 berserta dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.

“Ini momentum yang sangat tepat bagi seluruh pihak untuk makin mempererat persatuan dan kesatuan. Serta rasa persaudaraan secara substantif bukan hanya secara simbolik,” katanya.

Dengan adanya sinergi yang kuat antarelemen bangsa, tambah dia. Maka upaya percepatan penanganan pandemi COVID-19 akan makin berjalan dengan efektif sesuai dengan target yang diharapkan.

“Pada saat ini sinergi seluruh elemen bangsa merupakan kunci utama untuk mendongkrak semangat bersama di tengah ujian yang dihadapi karena pandemi COVID-19. Karena itu perlu bersatu padu dan berjuang bersama menghadapi kondisi pandemi ini,” katanya.(ros)