Agar Antibodi Terbentuk, IDI Sampaikan Saran Saat Vaksinasi

  • Whatsapp
vaksinasi COVID
Seorang calon penerima vaksin dicek kesiapannya sebelum mengikuti vaksinasi COVID-19, di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 2.630 tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet Kemayoran menjalani vaksinasi COVID-19 secara bertahap dan ditargetkan selesai pada dua hingga tiga pekan ke depan. ANTARA FOTO/Fauzan/aww.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan  sejumlah saran saat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 agar antibodi dapat  optimal terbentuk.

BACA JUGA: Vaksin Dapat Menurunkan Penyebaran COVID-19 – Nusadaily.com

Baca Juga

“Pertama, badan dijaga agar fit dan bugar. Asupan gizi dan metabolisme yang baik akan membantu proses pembentukan antibodi dalam tubuh menjadi baik juga,” kata Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih di Jakarta, Senin.

Kedua, kata Daeng, masyarakat perlu memastikan bahwa dirinya tidak ada riwayat penyakit yang menjadi kontra indikasi vaksinasi.

Riwayat penyakit yang dimaksud di antaranya alergi parah, serta orang yang mengalami kondisi penurunan imun seperti menjalani kemoterapi dan transplantasi organ.

BACA JUGA: Forkopimda Kota Mojokerto Lakukan Skrining Penerima Vaksin COVID-19 – Noktahmerah.com

Ketiga adalah mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah selama pandemi COVID-19 untuk memastikan tidak terinfeksi COVID-19.

“Tetap mematuhi protokol kesehatan untuk memastikan tidak terinfeksi COVID-19,” ujarnya.

Daeng mengajak seluruh pihak untuk mengikuti program vaksinasi COVID-19 yang diberikan secara gratis bagi kurang lebih 70 persen masyarakat Indonesia.

“Alhamdulillah bahwa vaksin ini dinyatakan aman, berkhasiat, efektif, serta dinyatakan suci dan halal,” ujarnya.

BACA JUGA: 222 Vaksin Sinovac untuk Pulau Bawean Telah Dikirim Melalui Jalur Laut – Javasatu.com

Daeng M Faqih merupakan salah satu peserta awal vaksinasi COVID-19 perdana bersama Presiden Joko Widodo.

Ia menyampaikan bahwa tujuan dari dilaksanakannya vaksinasi ini ialah untuk membentuk kekebalan tubuh kepada diri setiap penerima vaksin sehingga dapat mencegah terinfeksi COVID-19.

Khusus para dokter dan tenaga kesehatan, apabila kekebalan tubuh tersebut telah terbentuk, diharapkan bisa mengurangi secara signifikan dokter maupun tenaga kesehatan yang wafat karena infeksi COVID-19.(ros)