Kamis, Mei 26, 2022
BerandametroNeraca Perdagangan Kembali Surplus, Bukti Pemulihan Semakin Solid

Neraca Perdagangan Kembali Surplus, Bukti Pemulihan Semakin Solid

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan bahwa surplus neraca perdagangan pada Desember 2021 tercatat USD1,02 miliar.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Menurutnya, meskipun kondisi tersebut mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, surplus neraca perdagangan Desember 2021 menandai tren surplus selama 20 bulan berturut-turut.

Ia juga menilai, jika penurunan surplus pada Desember disebabkan oleh impor yang menguat, terutama karena naiknya permintaan domestik sejalan dengan tren menguatnya aktifitas ekonomi domestik.

“Kinerja neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2021, jauh lebih baik dibandingkan tahun 2020. Bahkan, secara komulatif Januari – Desember yang mencapai USD35,34 miliar,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta Senin (17/1/2022).

Ditambahkan, hal itu merupakan angka tertinggi selama lebih dari satu dekade terakhir, dikarenakan aktivitas ekonomi global dan domestik yang semakin membaik.

Harga Komoditas Global Masih Tinggi

Diiringi dengan harga komoditas global yang masih relatif tinggi, kata Febrio juga turut menyumbang perbaikan kinerja neraca perdagangan di sepanjang tahun 2021.

Sementara, terkait ekspor Indonesia, Febrio menjelaskan , jika pada Desember 2021 tercatat sebesar USD22,38 miliar, tumbuh tinggi dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya 35,3%.

“Sepanjang tahun 2021, ekspor meningkat tajam sebesar 41,8%. Pertumbuhan ekspor sepanjang tahun 2021 didorong oleh pertumbuhan yang tinggi baik pada ekspor nonmigas yang tumbuh 41,5%, maupun ekspor migas yang tumbuh 48,7%,” Ungkapnya.

“Nilai ekspor secara kumulatif, tercatat sudah lebih tinggi dari masa prapandemi walaupun utamanya didorong oleh peningkatan harga komoditas utama. Ekspor ke depan diperkirakan tetap kuat didukung baik oleh permintaan global maupun faktor harga, meskipun harga komoditas diperkirakan mulai mengalami moderasi”, lanjut Febrio.

Sementara, Fabrio juga menuturkan, bahwa disisi sektoral, sepanjang tahun 2021 ekspor sektor manufaktur yang merupakan komponen tertinggi dari total ekspor nonmigas tumbuh 35,1%, disusul oleh sektor pertambangan (92,1%), dan sektor pertanian (2,8%).

Sedangkan pangsa pasar ekspor Indonesia, Kata Februo masih didominasi oleh Tiongkok, AS, Jepang dan India dengan komoditas utama bahan bakar mineral, lemak dan hewan nabati, serta besi dan baja.

” impor indonesia tercatat USD21,36 miliar, kembali meningkat dibandingkan bulan sebelumnya dan tumbuh cukup tinggi 47,9% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Oleh karena itu, Febrio menegaskan Secara kumulatif atau sepanjang tahun 2021, impor juga tumbuh sebesar 38,6% dengan mencatatkan nilai USD196,20 miliar, angka yang sudah melebihi kumulatif impor di tahun 2020.

“Ke depannya kita masih perlu terus mewaspadai dinamika perekonomian global dan domestik yang akan mempengaruhi kinerja neraca perdagangan Indonesia, tutup Febrio.(sir/aka)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Pernikahan Ketua MK dan Adik Jokowi, Resepsi Gunakan Busana Adat Jawa

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dalam pesta pernikahannya, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman dengan adik Presiden Joko Widodo, Idayati, bakal mengenakan busana yang khusus didesain...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily