Menko Polhukam Mahfud Md Berharap Vonis Richard Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Richard telah berperan penting dalam mengungkap kasus kematian Brigadir Yosua. Dia menyebut narasi tembak-menembak itu terbukti palsu berkat pengakuan dari Richard.

Feb 14, 2023 - 18:07
Menko Polhukam Mahfud Md Berharap Vonis Richard Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa
Menko Polhukam Mahfud Md / ist

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Sidang vonis Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat digelar 15 Februari mendatang. Menko Polhukam Mahfud Md berharap vonis Richard di bawah 12 tahun bui atau lebih ringan dari tuntutan jaksa.

"Diharapkan, saya nggak tahu ya Elizer ini divonis 1/2 jam ke depan. Tapi saya berharap dia turun dari 12 (tahun)," kata Mahfud di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (13/2/2023).

Menurut Mahfud, Richard telah berperan penting dalam mengungkap kasus kematian Brigadir Yosua. Dia menyebut narasi tembak-menembak itu terbukti palsu berkat pengakuan dari Richard.

"Karena begini, itu skenerio awal kasus ini bahwa Eliezer menembak Yosua karena ditembak duluan lalu terjadi tembak menembak. Nah, skenario itu dipertahankan sampai sebulan dari 8 Juli sampai 8 Agustus. Apa tujuannya? Eliezer muncul di persidangan mengaku sebagai pembunuh karena dijanjikan akan di SP3. Gampang SP3-nya, 'saya membunuh karena saya ditembak duluan', sehingga terjadi tembak menembak. Jadi dia bebas, kasus ini ditutup," ujarnya, dilansir dari detik.com

"Tapi Eliezer dengan berani pada tanggal 8 berani membuka bahwa ini skenarionya Sambo, bahwa ini pembunuhan, bukan tembak menembak," sambungnya.

Oleh sebab itu, menurut Mahfud jika tidak ada Richard yang mengubah keterangan, kasus tersebut akan tertutup. Dia berharap Richard mendapatkan keadilan.

BACA JUGA : Menko Polhukam Mahfud Md Nilai Vonis Mati Ferdy Sambo Sudah...

"Oleh sebab itu kita tunggu, Eliezer ini ya mudah-mudahan sekarang mendapat keadilan. Tentu menurut saya sih dihukum juga, karena dia pelaku kan, tetapi tanpa dia tak akan berubah kasus ini," tuturnya.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan menggelar sidang vonis kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir N Yosua dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Rencananya sidang digelar pada 15 Februari mendatang.

"Tibalah majelis akan mengambil putusan. Putusan akan kami bacakan pada 15 Februari," kata hakim ketua Wahyu Iman Santoso dalam sidang agenda duplik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (2/2).

Sidang vonis Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat digelar 15 Februari mendatang. Menko Polhukam Mahfud Md berharap vonis Richard di bawah 12 tahun bui atau lebih ringan dari tuntutan jaksa.
"Diharapkan, saya nggak tahu ya Elizer ini divonis 1/2 jam ke depan. Tapi saya berharap dia turun dari 12 (tahun)," kata Mahfud di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (13/2/2023).

Menurut Mahfud, Richard telah berperan penting dalam mengungkap kasus kematian Brigadir Yosua. Dia menyebut narasi tembak-menembak itu terbukti palsu berkat pengakuan dari Richard.

"Karena begini, itu skenerio awal kasus ini bahwa Eliezer menembak Yosua karena ditembak duluan lalu terjadi tembak menembak. Nah, skenario itu dipertahankan sampai sebulan dari 8 Juli sampai 8 Agustus. Apa tujuannya? Eliezer muncul di persidangan mengaku sebagai pembunuh karena dijanjikan akan di SP3. Gampang SP3-nya, 'saya membunuh karena saya ditembak duluan', sehingga terjadi tembak menembak. Jadi dia bebas, kasus ini ditutup," ujarnya.

"Tapi Eliezer dengan berani pada tanggal 8 berani membuka bahwa ini skenarionya Sambo, bahwa ini pembunuhan, bukan tembak menembak," sambungnya.

Oleh sebab itu, menurut Mahfud jika tidak ada Richard yang mengubah keterangan, kasus tersebut akan tertutup. Dia berharap Richard mendapatkan keadilan.

"Oleh sebab itu kita tunggu, Eliezer ini ya mudah-mudahan sekarang mendapat keadilan. Tentu menurut saya sih dihukum juga, karena dia pelaku kan, tetapi tanpa dia tak akan berubah kasus ini," tuturnya.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan menggelar sidang vonis kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir N Yosua dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Rencananya sidang digelar pada 15 Februari mendatang.

"Tibalah majelis akan mengambil putusan. Putusan akan kami bacakan pada 15 Februari," kata hakim ketua Wahyu Iman Santoso dalam sidang agenda duplik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (2/2). (ros)