Menko Polhukam Buka Suara Terkait Kasus Pelajar Penendang Nenek di Tapsel

Mahfud menjelaskan pelaku yang belum dewasa bisa dikenai hukuman setengah dari ancaman hukuman normal. Menurutnya, tindakan pelajar yang menendang nenek tersebut adalah biadab.

Nov 26, 2022 - 17:53

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan perbuatan sekelompok pelajar yang menendang nenek di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara merupakan tindakan biadab dan brutal. Mahfud mengatakan para pelajar yang belum dewasa tetap dapat dihukum.

Mahfud menjelaskan pelaku yang belum dewasa bisa dikenai hukuman setengah dari ancaman hukuman normal. Menurutnya, tindakan pelajar yang menendang nenek tersebut adalah biadab.

BACA JUGA : Orang Tua Pelajar Tendang Nenek di Tapsel hingga Tersungkur...

"Anak-anak itu sangat biadab, masak nenek renta begitu diejek dan ditendang secara brutal. Untuk anak yang belum dewasa secara pidana, ancaman hukumannya adalah setengah dari ancaman hukuman normal," kata Mahfud, saat dihubungi detikcom, Minggu (20/11/2022).

Mahfud menyampaikan adakalanya memberikan hukuman merupakan bagian dari pendidikan. Mahfud melihat kelakuan para pelajar itu sudah menggejala sehingga perlu ada tindakan tegas agar tidak ditiru oleh anak-anak lainnya.

"Kita memang harus mendidik, tak harus selalu menghukum. Tetapi adakalanya juga menghukum itu merupakan bagian dari pendidikan. Lebih-lebih kelakuan seperti ini sudah menggejala sehingga harus ada contoh tindakan tegas agar anak-anak lain menghentikan dan tidak berani melakukan hal yang sama," imbuhnya.

BACA JUGA : Baru Pekan Pertama Liga 1 2022, Sudah Ada Dua Keputusan Wasit yang Kontroversial

Lebih lanjut, Mahfud lalu mengapresiasi kepolisian yang menangkap pelajar penendang nenek tersebut. Mahfud meminta para pelajar dihukum.

"Saya apresiasi Polres yang sigap bertindak begitu peristiwa itu dilambungkan lewat viral di medsos. Selanjutnya harus ada tindakan tegas secara hukum," kata Mahfud.

Mahfud Soroti Pelajar Tendang Nenek

Mahfud sebelumnya sempat menyoroti video viral rombongan pemotor remaja yang mengenakan seragam pramuka ugal-ugalan di jalan raya. Salah satu pelajar tampak menendang nenek-nenek di pinggir jalan.

Dalam video viral itu, tampak empat sepeda motor yang ditumpangi para pelajar berhenti di pinggir jalan, sementara perekam video ada di motor lainnya dalam rombongan itu. Salah satu motor yang ditumpangi dua remaja berhenti di depan nenek-nenek.

Remaja itu tampak berbicara kepada nenek dari atas motor. Lalu tiba-tiba remaja pelajar dari motor yang berhenti di depannya berlari ke arah nenek dan menendang sang nenek.

Video viral itu juga ramai diunggah di Twitter. Salah satu cuitan lalu di-retweet oleh Mahfud Md. Mahfud meminta Polri turun tangan.

"Ini lagi @DivHumas_Polri --> Motornya T 3350 BK," cuit Mahfud.

Belakangan diketahui peristiwa itu terjadi di Tapanuli Selatan (Tapsel) Sumatera Utara (Sumut). Polisi juga telah mengamankan dan memproses enam orang pelajar tersebut.(ros)