Menkeu AS Sebut Rusia-China Biang Kerok Perlambatan Ekonomi Global

"Kita tahu biaya persenjataan perdagangan Rusia sebagai alat pemaksaan geopolitik, dan kami harus mengurangi kerentanan serupa dengan negara-negara, seperti China," kata Yellen,

NUSADAILY.COM – WASHINGTON - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan ekonomi global menghadapi hambatan yang signifikan dari 'pemaksaan geopolitik' yang dilakukan oleh Rusia, China.

Yellen menyebut AS sedang bekerja untuk memperdalam integrasi dengan Uni Eropa dan negara-negara Indo-Pasifik, dan negara berkembang, sambil membangun lebih banyak rantai pasokannya.

"Kita tahu biaya persenjataan perdagangan Rusia sebagai alat pemaksaan geopolitik, dan kami harus mengurangi kerentanan serupa dengan negara-negara, seperti China," kata Yellen, dikutip dari Reuters, Kamis (13/10).

Ia menggarisbawahi bahwa Washington meminta pertanggungjawaban Rusia atas invasinya dan blokade yang dilakukan terhadap pengiriman makanan dan energi dari negara tersebut.

Yellen dan pejabat administrasi di Pemerintahan Presiden AS Joe Biden juga telah blak-blakan tentang perlunya mengurangi ketergantungan pada rantai pasokan China.

Tak hanya itu, AS juga tengah berupaya mengurangi 'ketergantungan ekstrem' pada semikonduktor dan teknologi lainnya dari Taiwan, termasuk panel surya atau komponen penting untuk baterai kendaraan listrik buatan China dan beberapa negara lain.

"Ini adalah sesuatu yang dimaksudkan untuk (mendapatkan) keragaman, tetapi tetap mendapat manfaat dari perdagangan," kata Yellen.

Sebelumnya, Yellen meminta Biden menghilangkan tarif impor China untuk sejumlah komoditas yang tidak terlalu strategis tetapi merugikan konsumen dan bisnis di Negeri Paman Sam.

Mengutip Reuters, Kamis (19/5), Yellen mengatakan pihaknya sedang berdiskusi secara internal tentang tarif 'bagian 301'. Tarif itu adalah hukuman yang dikenakan oleh mantan presiden AS Donald Trump untuk ratusan miliar dolar barang China.

"Beberapa dari mereka, bagi saya, tampak seolah-olah mereka lebih merugikan konsumen dan bisnis dan tidak terlalu strategis," ungkap Yellen.

Menurut Yellen, pemotongan tarif impor dapat meredakan lonjakan inflasi di dunia. Meski begitu, ia tetap mendengar pendapat dari sejumlah pihak mengenai tarif impor China.(han)