Menkes Palestina Sebut Pasukan Israel Kembali Tembak Mati Warganya di Tepi Barat

Korban bernama Abdullah Sami Qalalweh (26). Seorang fotografer AFP melihat jasad Qalalweh di kamar mayat rumah sakit Nablus.

Menkes Palestina Sebut Pasukan Israel Kembali Tembak Mati Warganya di Tepi Barat
ilustrasi pasukan israel

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menkes Palestina menyebut pasukan Israel kembali menembak mati warga Palestina di Tepi Barat. Militer Israel mengatakan warga Palestina tanpa senjata tersebut menyerang sebuah pos militer.

"(Tewas oleh) peluru pendudukan Israel di dekat kota Huwara, selatan Nablus," kata Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP, Sabtu (4/2/2023).

Korban bernama Abdullah Sami Qalalweh (26). Seorang fotografer AFP melihat jasad Qalalweh di kamar mayat rumah sakit Nablus.

BACA JUGA : Iran Minta Israel Bertanggung Jawab Atas Serangan Isfahan

Sementara itu tentara Israel mengatakan tentara telah "menembakkan peluru tajam ke udara" setelah seorang tersangka "berjalan menuju pos terdepan militer yang berdekatan" dengan sebuah pangkalan militer di daerah Huwara.

Militer Israel menyebut Qalalweh "berusaha menyerang salah satu tentara". Dia menyebut tentara lainnya menembak korban.

"Tentara lain yang berada di tempat itu menembak ke arah tersangka dan memukulnya," kata militer Israel.

Tentara Israel mengkonfirmasi kepada AFP bahwa Qalalweh tidak bersenjata.

Sejak awal tahun, konflik Israel-Palestina telah merenggut nyawa 36 orang dewasa dan anak-anak Palestina. Korban termasuk penyerang, militan, dan warga sipil.

Enam warga sipil Israel, termasuk seorang anak, dan satu warga sipil Ukraina telah tewas selama periode yang sama.

BACA JUGA : Akun Facebook Erina Gudono Tak Ada Lagi Gegara Diretas Sejak 2019

Sebelumnya pada hari Jumat (3/2), kepala hak asasi manusia PBB Volker Turk meminta Israel agar melakukan operasi dengan menghormati HAM.

"Untuk memastikan bahwa semua operasi pasukan keamanannya di Tepi Barat yang diduduki termasuk Yerusalem Timur, dilakukan dengan penuh hormat terhadap hukum hak asasi manusia internasional," kata Turk.

Turk menekankan kepatuhan pada aturan yang mengatur penggunaan kekuatan dalam operasi penegakan hukum.

"Penggunaan senjata api hanya diperbolehkan sebagai upaya terakhir, bila ada ancaman langsung terhadap nyawa atau cedera serius," katanya dalam pernyataan yang dirilis HAM PBB.

Tahun lalu adalah tahun paling mematikan di Tepi Barat. Berdasarkan perhitungan AFP, sekitar 235 orang tewas dalam konflik Israel-Palestina tahun lalu, dengan hampir 90 persen kematian di pihak Palestina. (ros)