Menginjak Usia 347 Tahun, Ini Deretan Prestasi Pemkab Magetan di Bidang Kesehatan

Prestasi yang berhasil diraih dalam bidang kesehatan ini tentunya tidak lepas dari pemangku kebijakan yaitu Bupati Magetan Suprawoto dan Wakil Bupati Hj. Nanik Endang Rusminiarti yang selama 4 tahun lebih memimpin.

Menginjak Usia 347 Tahun, Ini Deretan Prestasi Pemkab Magetan di Bidang Kesehatan
Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan. (istimewa)

NUSADAILY.COM - MAGETAN - Selain berhasil lepas dari pandemi Covid-19, di Hari Jadi ke-347 tahun, Kabupaten Magetan juga mencatatkan banyak prestasi terutama pada bidang kesehatan. Tidak salah jika slogan pada HUT tahun ini mengambil tema 'Magetan Sehat, Ekonomi Meningkat.'

Prestasi yang berhasil diraih dalam bidang kesehatan ini tentunya tidak lepas dari pemangku kebijakan yaitu Bupati Magetan Suprawoto dan Wakil Bupati Hj. Nanik Endang Rusminiarti yang selama 4 tahun lebih memimpin.

Hal ini diamini oleh Kepala Dinkes Magetan, dr Rohmat Hidayat.

Ia mengatakan, tahun 2022 ini, Kepala UPTD Puskesmas Kawedanan dr. Reni Kurniawati berhasil juara 1 sebagai dokter teladan se-Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Magetan masuk 12 nominasi Kabupaten Kota Sehat (KKS) tingkat Provinsi Jawa Timur.

BACA JUGA: Balada Manusia Silver Magetan: Mendulang Rupiah di Tanah Orang, Kucing-kucingan dengan Aparat Keamanan

"Kemudian dalam hal inovasi, Magetan masuk top 45 kovablik tingkat Provinsi Jawa Timur. Seperti inovasi yang dibuat olehUPTD Puskesmas Poncol yaitu “Asik Healing Puspo (Ajak Lansia Dukung Penyuluhan Edukasi Advokasi Eliminasi Stunting Puskesmas Poncol dan Kader Kesehatan Remaja (KKR) menjadi inovasi terbaik ke-3 se- Provinsi Jawa Timur," kata dr Rohmat kepada nusadaily.com, Rabu (12/10/2022).

Lanjut Rohmat, yang tidak kalah mengembirakan yakni prestasi pada penyediaan layanan kesehatan masyarakat. Pemkab Magetan berhasil dalam mewujudkan pembangunan UPTD Puskesmas. Yaitu Puskesmas Tebon, Puskesmas Lembeyan, Puskesmas Panekan dan berhasil membangun IPAL di 7 UPTD Puskesmas.

"Tahun 2021, masuk top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Nasional Pan RB yaitu Puskesmas Bendo dengan judul Jek - Mil yang telah kita louncing dan kembangkan bulan lalu. Selanjutnya penghargaan tingkat Nasional program STBM berkelanjutan," jelasnya.

Lebih lanjut sampaikan Rohmat, pada tahun 2020 berhasil meraih juara 2 KBK tingkat Provinsi. Diraih Puskesmas Takeran dengan judul Teknik Bintanga.

Kemudian penghargaan tingkat nasional program STBM berkelanjutan kategori kepala desa dan natural lider.

Prestasi tahun 2019, berhasil meraih penghargaan tingkat Nasional Swasti Shaba kategori Wistara Kabupaten Magetan. Masuk top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Provinsi Jawa Timur yaitu Puskesmas Poncol dengan judul Jati Larisa Puspo.

"Paling banyak tahun 2018 memperoleh penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM ) dari menteri kesehatan. 25 Top Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik ( KOVABLIK ) Otonomi Award Jawa Timur tahun 2018 oleh Puskesmas Plaosan dengan inovasi Paguyuban Lawu Sehat, peningkatan derajat kesehatan bagi lansia," ujarnya.

Berhasil memborong juara 1 tingkat Provinsi Jawa Timur pada Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (AKIP) Oraginasi Perangkat Daerah Jawa Timur oleh Puskesmas Bendo dalam kelompok Budaya Kerja Medika dalam penurunan pencegahan penyakit dari ibu ke anak.

Juara 1 Provinsi Jawa Timur yang diraih Puskesmas Poncol dalam lomba Puskesmas berprestasi tingkat Provinsi Jawa Timur. Juara 1 Provinsi Jawa Timur yang diraih Ponkesdes Kasih Ibu desa Duwet Puskesmas Bendo dalam lomba Ponkesdes berprestasi.

Juara 1 Nasional Pejuang Kesehatan oleh Bidan Iin Rosita, A.Md.Keb. Bidan Carikan Puskesmas Bendo dalam memberdayakan kader ( HCC ) dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi.

BACA JUGA: Marsma TNI Irwan Pramuda Resmi Jabat Danlanud Iswahjudi Magetan

"Kemudian pada Bidang Pelayanan Kesehatan, berhasil meningkatkan 22 Puskesmas menjadi paripurna, yaitu Puskesmas Plaosan, Candi dan Bendo. Tingkat utama, Puskesmas Poncol, Sidokerto, Sukomoro, Karangrejo, Maospati, Tebon dan Lembeyan," tuturnya.

"Sejumlah Puskesmas naik tingkat, Madya Puskesmas Ngariboyo, Panekan, Rejomulyo, Taji, Kartoharjo, Tladan, Parang, Takeran dan Goranggareng Taji. Dasar, Puskesmas Ngujung, Kawedanan. Untuk rumah sakit daerah telah terakreditasi paripurna," imbuhnya.

Dalam bidang Kesehatan Masyarakat, Pemkab Magetan termasuk berhasil menanggulangi stunting. Dari data stunting penimbangan bulan Agustus tahun 2018 sebanyak 10% dari seluruh balita yang ditimbang.

"Hasilnya angka tersebut lebih rendah dibanding angka stunting Provinsi Jawa Timur yaitu 16 % atau 25,2 % angka Nasional," ujarnya.

"Pada penanggulangan gizi buruk, jumlah kasus gizi buruk di Kabupaten Magetan pada akhir tahun 2017 sebanyak 332 anak, setelah dilakukan intervensi pada tahun 2018 turun menjadi 167 anak. Kemudiam dinyatakan sembuh sebanyak 165 anak," paparnya.

Pada bidang pemberantasan dan pencegahan penyakit, berhasil membentuk kader Jumantika. Ketuk pintu 1000 rumah untuk penemuan penderita TBC dan pemeriksaan HIV/ AIDS bagi seniman.

Keberhasilan di Bidang Sumber Daya kesehatan, per 1 Desember tahun 2018 jumlah peserta JKN – KLS sebanyak 60 % atau 413.471 jiwa. Dua program penjaminan pelayanan kesehatan oleh Pemda Magetan tahun 2018 masih diberlakukan melalui SKTM dan surat pernyataan miskin ( SPM ) masih diberlakukan.

"Terakhir, berhasil membuat draf perjanjian kerjasama (PKS) dan sudah dibahas dengan lintas sector kemudian data non aktif peserta akan di verikasi dan akan dikembalikan ke peserta apabila dinyatakan memenuhi syarat," pungkas Rohmat.

Dalam pidato peringatan hari jadi ke -347 Kabupaten Magetan yang jatuh pada hari ini Rabu 12 Oktober 2022, Bupati Magetan Suprawoto mengucapkan terimakasih atas prestasi yang telah diraih dalam bidang kesehatan.

Bupati berharap prestasi yang telah diraih untuk tetap dipertahankan dan ditingkatkan, tidak hanya tingkat Provinsi tetapi hingga tingkat Nasional dan Internasional. (***/nto/lna)