Mengidap Diabetes, Jacques Breuer Bintang “Tatort” Harus Amputasi Jari Kaki

Aktor Jacques Breuer harus rela kehilangan beberapa jarinya karena harus diamputasi. Itu semua karena penyalit diabetes yang dimilikinya. Diabetes itu hampir merenggut nyawa Jacques Breuer.

NUSADAILY.COM – BERLIN – Aktor Jacques Breuer harus rela kehilangan beberapa jarinya karena harus diamputasi. Itu semua karena penyakit diabetes yang dimilikinya. Diabetes itu hampir merenggut nyawa Jacques Breuer.

Jacques Breuer adalah aktor sukses Jerman yang mucul hampir di setiap seri film kejahatan Jerman. Sekarang, kesehatannya menjadi permasalahan yang berat bagi aktor tersebut.

Melansir t-online.de, aktor hebat itu telah menderita diabetes selama lebih dari 30 tahun dan harus menyuntikkan insulin secara teratur. Penyakit itu awalnya tidak terlalu mempengaruhinya. Namun pada bulan Mei, ia tiba-tiba mengalami komplikasi.

Pembuluh darah yang ada di kakinya tidak tersuplai darah dengan baik. Itu adalah neuropati, konsekuensi yang harus diahadapi oleh para pengidap diabetes.

“Kaki kiri saya meradang, saya mengalami sepsis parah,” ujar pria berusia 66 tahun itu. Pada awalnya tampak seolah-olah seluruh kakinya harus diamputasi. Akan tetapi para dokter akhirnya memutuskan untuk mengamputasi tiga jari kaki.

Baca juga: Kaisar Jepang Lakukan Pemeriksaan ke Rumah Sakit, Ada Apa?

“Saya Bersyukur Bahwa Saya Masih Hidup”

Kondisi Jacques masih tidak membaik seperti yang diharapkan. Itu malah sebaliknya, karena adanya kuman dari rumah sakit lukanya jadi tidak sembuh.

Baca juga: Intip 7 Planet yang Mirip Bumi, Adakah yang Layak Huni?

“Saya kesakitan luar biasa,” ujar bintang TV itu. Selama berbulan-bulan dia tersiksa. “Saya kehilangan delapan kilo, saya tidak bisa berdiri atau berjalan, bahkan saya tidak bisa duduk tegak.” Akhirnya, dokter keluarganya membawanya ke ruang gawat darurat dan kakinya segera dioperasi.

“Saya hampir mati,” ujar pria 66 tahun itu. Dia hanya bisa berjalan secara terbatas karena jarinya yang telah diamputasi. Ia tidak ingin bertengkar dengan nasib. “Saya bersyukur bahwa saya masih hidup,” ujar Jacques Breuer. (jrm3/lna)