Mengenal Project Leonardo Inovasi Sony

Inovasi yang diungkap dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2023 itu berbentuk stik bulat yang bisa dipakai terpisah di dua tangan yang berbeda dari joystick PlayStation yang selama ini dikenal.

Mengenal Project Leonardo Inovasi Sony
CEO Sony Interactive Entertainment Jim Ryan memperkenalkan Project Leonardo. (AP/John Locher)

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Sony merilis Project Leonardo berupa inovasi pengontrol alias stik PS5 yang dirancang khusus bagi penyandang disabilitas.

Inovasi yang diungkap dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2023 itu berbentuk stik bulat yang bisa dipakai terpisah di dua tangan yang berbeda dari joystick PlayStation yang selama ini dikenal.

Desainer Sony So Morimoto menjelaskan desain Project Leondardo merupakan hasil konsultasi dengan para pakar dan melewati banyak tes.

"Tim kami menguji lebih dari belasan desain dengan pakar aksesibilitas, mencari pendekatan yang akan membantu mengatasi tantangan utama untuk penggunaan pengontrol yang efektif," demikian dikutip dari Blog PS.

"Kami akhirnya memilih 'pengontrol terpisah' desain yang memungkinkan reposisi thumbstick kiri/kanan bentuk hampir bebas, dapat digunakan tanpa perlu dipegang, dan menampilkan pertukaran tombol dan tutup stik yang sangat fleksibel," lanjutnya.

Dikutip dari GSM Arena, stik itu memiliki dasar yang cukup besar sehingga bisa diletakkan di atas meja yang rata. Ia tersedia dalam beberapa ukuran sesuai kebutuhan atau kenyamanan pemain.

Seorang pemain dapat menggunakan satu atau dua pengontrol. Pengontrol DualSense bisa ditambahkan untuk melengkapi keseruan bermain. Dengan cara ini, dua hingga tiga pengontrol dapat digabungkan menjadi satu pengontrol virtual.

Setiap stik Project Leonardo bisa dimodif sesuai kebutuhan. Misalnya, menukar tombol yang tepat. Pemetaan tombol dan konfigurasi lainnya disimpan di profil pemain dan bisa sampai tiga setingan.

Beberapa tombol memang bisa untuk fungsi yang sama, atau sebaliknya dua fungsi dapat ditempatkan ke tombol yang sama. Contohnya saat game mengharuskan pemain menekan R2 dan L2 bersamaan.

Untuknya, Project Leonardo bisa kompatibel dan dihubungkan dengan joystick standar. 

Sony menyempurnakan Project Leonardo dengan menggandeng AbleGamers, SpecialEffect, StackUp, dan pakar aksesibilitas lainnya untuk merancang pengontrol yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Sejauh ini, Sony belum mengumumkan secara resmi jadwal rilis pengontrol ramah difabel ini.

Selain proyek tersebut, dikutip dari Endgadget, pimpinan PlayStation Jim Ryan juga mengumumkan pihaknya berupaya mengatasi kelangkaan PS5.

Setiap orang yang menginginkan PS5 seharusnya lebih mudah menemukannya di pengecer global mulai saat ini hingga ke depannya," tandas dia.

(roi)