Mengenal Ning Lailatul Faizah, Lokomotif Gerakan Perempuan di Guluk-Guluk

Menantu Kiai Tsabit ini bisa disebut satu-satunya perempuan dari kalangan pesantren besar di Sumenep yang konsisten bergerak dalam pemberdayaan kaum perempuan melalui berbagai organisasi.

May 21, 2024 - 18:12
Mengenal Ning Lailatul Faizah, Lokomotif Gerakan Perempuan di Guluk-Guluk
Ning Lailatul Faizah

NUSADAILY.COM - SUMENEP - Gerakan perempuan di Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tergolong tinggi dibandingkan wilayah lain di daerah paling ujung Madura. Hal itu berdasarkan hasil riset Wahid Fondation pada tahun 2020, bahwa keinginan perempuan di wilayah Kecamatan Guluk-Guluk sangat tinggi untuk berorganisasi. Hal ini karena adanya beberapa organisasi yang berdiri untuk menampung kaum perempuan.

Tumbuhnya geliat gerakan kaum feminim itu tak lepas dari peran sosok Lailatul Faizah. Ning Laila, akrab disapa merupakan lokomotif gerakan perempuan di Guluk-Guluk, khususnya lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah.

Menantu Kiai Tsabit ini bisa disebut satu-satunya perempuan dari kalangan pesantren besar di Sumenep yang konsisten bergerak dalam pemberdayaan kaum perempuan melalui berbagai organisasi. 

Selain sebagai Ketua PAC Fatayat NU Guluk-Guluk periode 2021 -2025 dan dosen tetap di INSTIKA, istri Kiai Majdi ini juga menjabat sebagai Ketua Forum Perempuan Guluk-Guluk, aktif di Nawaning Korda Madura, dan mantan Ketua Halaqoh Bisnis Online. 

"Di Fatayat Guluk-Guluk, program terbesar saya memang konsen dalam membentuk ranting dan anak ranting," ujar Ning Laila, Selasa, 21 Mei 2024. 

Lebih dari itu, Ning Laila juga selalu hadir dalam setiap rutinan untuk mendampingi kader-kader Fatayat agar mereka tetap semangat dalam berorganisasi.

Dirinya mengaku bahwa tiap waktu harus bergantian hadir ke 12 ranting dan 2 anak ranting.

"Sehingga tidak ada kata, mereka ditinggalkan setelah dibentuk," imbuh Dosen di Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) ini. (nam/wan)