Mengapa Militer AS Hipersensitif Terhadap Magnet China? Ini Alasannya

Beberapa waktu lalu, saat pemeriksaan rutin jet tempur F-35, militer AS menemukan bahwa sebenarnya ada magnet buatan China pada mesin turbin jet tempur ini.

NUSADAILY.COM-JAKARTA- Beberapa waktu lalu, saat pemeriksaan rutin jet tempur F-35, militer AS menemukan bahwa sebenarnya ada magnet buatan China pada mesin turbin jet tempur ini.

Baca Juga: Fujian Buka Platform Online Reguler untuk Hubungi Orang-orang...

Melansir new.qq.com, Militer AS memiliki peraturan yang melarang pengadaan dan penggunaan logam atau paduan khusus tertentu yang diproduksi di China.

 Penemuan yang tidak disengaja tersebut membuat militer AS sangat gugup, dan segera mengumumkan penangguhan penerimaan jet tempur F-35 baru dengan alasan keselamatan.

Tetapi yang mengejutkan adalah bahwa pada 8 Oktober, Departemen Pertahanan AS mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani sertifikat pengabaian keamanan nasional dan melanjutkan pengiriman F-35.

Ketika pesanan awalnya dihentikan, Departemen Pertahanan AS mengakui bahwa magnet tidak akan mengirimkan informasi, "tidak akan membahayakan jet tempur," dan jet tempur yang dikirim tidak perlu diganti dengan magnet lain.

Alasan sederhana: Zat magnetik dapat merekam informasi, tetapi magnet tidak dapat merekam apa pun. Bahkan jika zat magnetik digunakan sebagai bagian mekanis, selama tidak terhubung ke sirkuit listrik, informasi tidak dapat ditransmisikan.

Alasan yang kedua mengenai tuduhan bahwa magnet China pada F-35 dapat mengancam keamanan nasional tidaklah faktual atau logis.

Mungkin bisa dimengerti mengapa magnet bisa membuat militer AS merasa terjepit. Paman Dao merasa bahwa ini bukan lagi mengenai gangguan kecemasan China, tetapi China takut histeria. Itu wajar bagi setiap orang untuk membuka pintu mereka dan melakukan bisnis. Terutama rantai industri militer AS yang rumit. Sulit untuk menghilangkan mana yang benar-benar diperlukan. Terlebih lagi, AS dihadapkan pada skala besar dan variasi produk yang lengkap rantai industri manufaktur China.

Wakil Menteri Pertahanan AS Laplante baru-baru ini mengumumkan bahwa Pentagon telah meluncurkan proyek baru yang disebut "Lampu Rantai Pasokan". Diperkirakan bahwa Amerika Serikat akan menggunakan kecerdasan buatan dan cara lain untuk melacak sumber bahan mentah secara real time, dan menentukan apakah komponen produk militer berasal dari China atau potensial lainnya.

Faktanya, AS paling tahu apakah komponen buatan China aman atau tidak.

Pada tahun 2014, dua subkontraktor F-35, Northrop Grumman dan Honeywell International, ditemukan menggunakan magnet buatan China. Dokumen selanjutnya menunjukkan bahwa kedua perusahaan dikecualikan.

Baca Juga: Arab Saudi Umumkan Perempuan Diizinkan Haji dan Umrah Tanpa Mahram

Pada tahun 2019, media Inggris mengatakan bahwa papan sirkuit F-35 diproduksi oleh Exception PCB. Perusahaan itu diakuisisi oleh perusahaan China pada 2013, tetapi Kementerian Pertahanan Inggis mengatakan tidak perlu khawatir dan tidak berisiko. (mdr2/lna)