Mengantisipasi Sisi Gelap Bintang yang Terlalu Cepat Bersinar, Seperti Lamine Yamal

Lamine Yamal baru akan berusia 17 tahun pada 13 Juli, namun cap pemain bintang yang harus menanggung beban seperti pemain-pemain dewasa akan segera melekat pada dirinya. Padahal FIFA saja masih menetapkan kejuaraan kelompok umur hingga Piala Dunia U-20.

Jul 11, 2024 - 08:23
Mengantisipasi Sisi Gelap Bintang yang Terlalu Cepat Bersinar, Seperti Lamine Yamal

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Lamine Yamal mendapat banyak pujian sejak ia menjalani debut di tim senior Barcelona lalu berlanjut ke Spanyol di Euro 2024.

Namun masa-masa indah Lamine Yamal sebagai pemain muda akan cepat berganti sebagai pemain bintang yang harus menanggung beban berat dalam sebuah tim.

Pada akhir musim 2022/2023, Xavi Hernandez memutuskan menurunkan Lamine Yamal pada menit ke-83 dalam duel Barcelona vs Real Betis. Saat itu Lamine Yamal masih berusia 15 tahun namun sudah mendapatkan kesempatan berlatih bersama dengan tim utama dan akhirnya membuat Xavi terkesan.

Saat musim 2023/2024 bergulir, Lamine Yamal tak menunggu waktu lama untuk mendapatkan kesempatan. Kepergian Ousmane Dembele turut meluangkan persaingan untuk menembus tim utama.

Begitu diberi kepercayaan, Lamine Yamal bisa menjawabnya dengan baik. Lamine Yamal tampil di 50 laga pada seluruh kompetisi dengan catatan 7 gol dan 10 assist. Statistik tersebut jelas luar biasa untuk pemuda berusia 16 tahun.

Torehan impresif bersama Barcelona itu yang kemudian membuat Lamine Yamal menjalani debut bersama timnas Spanyol dan akhirnya ikut masuk dalam skuad menuju Euro 2024. Di Euro 2024, Lamine Yamal bukan hanya sekadar penghangat bangku cadangan.

Lamine Yamal terus jadi pemain inti, kecuali pada laga lawan Albania. Lamine Yamal hanya bermain selama 19 menit karena saat itu Spanyol sudah memastikan diri lolos ke babak 16 besar Euro 2024.

Seiring turnamen berlanjut, sinar Lamine Yamal tidak jua meredup. Ia malah makin menikmati perannya di La Furia Roja. Lamine Yamal mencetak gol pertama di Euro dan mengantar Spanyol lolos ke final Piala Eropa.

Dalam perjalanan Spanyol menuju final Euro 2024, Lamine Yamal sudah mencetak satu gol dan tiga assist. Catatan luar biasa tersebut menggambarkan besarnya peran Lamine Yamal dalam sistem permainan Spanyol yang dirancang oleh Luis de la Fuente.

Kaki Lamine Yamal telah berada di final Euro 2024. Ia punya peluang besar mengakhiri Euro 2024 dengan gelar juara di tangan, sekaligus jadi kado perayaan terindah untuk usianya yang bakal menginjak 17 tahun pada 13 Juli mendatang.

Euro 2024 adalah momen pengenalan Lamine Yamal ke seluruh dunia. Banyak yang terpukau oleh kemampuan Lamine Yamal dan langsung menyadari bahwa Spanyol, juga Barcelona, punya satu pemain muda baru yang bisa diandalkan.

Saat ini, Lamine Yamal masih terlihat begitu bersuka ria dengan bola di kakinya. Menunjukkan kemampuan-kemampuan yang dia miliki dengan penuh kegembiraan sambil berusaha menerobos pertahanan dan mencetak gol ke gawang lawan.

Namun masa-masa indah itu bakal berakhir lebih cepat bagi Lamine Yamal. Dengan kehebatan yang ia miliki, hanya tinggal menunggu waktu saja Lamine Yamal bakal dibebani segala macam omongan-omongan yang seharusnya diarahkan ke pemain yang sudah berusia dewasa.

Lamine Yamal baru akan berusia 17 tahun pada 13 Juli, namun cap pemain bintang yang harus menanggung beban seperti pemain-pemain dewasa akan segera melekat pada dirinya. Padahal FIFA saja masih menetapkan kejuaraan kelompok umur hingga Piala Dunia U-20.

Lamine Yamal tidak akan lagi menikmati kisah susah-payah pemain junior menembus tim utama. Semua sudah dilakukan Lamine Yamal dalam waktu singkat. Bebannya kini berganti jadi beban seorang pemain bintang yang diharapkan selalu bersinar terang.

Satu kesalahan Lamine Yamal setelah ini, tidak akan lagi dipandang sebagai kesalahan pemain belia. Segala tindak-tanduk Lamine Yamal kini sudah dianggap menentukan nyawa Spanyol, dan kemudian nanti demikian pula saat kembali ke Barcelona.

Lamine Yamal adalah produk asli Barcelona. Ia bukan pemain pertama yang bersinar di usia belasan. Lamine Yamal ada di jalan yang sama dengan jalan yang telah dilalui oleh Lionel Messi, megabintang yang terus bersinar sejak usia belasan hingga kini nyaris berumur 40 tahun.

Namun yang harus diingat, ada pemain-pemain muda lain yang juga melalui jalan yang sama, tetapi tidak bersinar seperti halnya Lionel Messi. Dari jalan La Masia, nama-nama seperti Bojan Krkic, Giovani Dos Santos, Munir El Haddadi, hingga Ansu Fati juga melalui jalan yang sama tetapi tak bisa bersinar seterang Messi.

Kegagalan-kegagalan senior itulah yang harus jadi pelajaran besar bagi Lamine Yamal. Ia adalah sosok pilihan namun beban dewasa yang datang terlalu cepat bisa jadi beban yang berbahaya bila tak dikelola dengan cara yang tepat.(han)