Mengaku Dibentak Penyidik KPK, Staf Hasto PDIP Mau Ngadu ke Propam Polri

Kusnadi mengaku diperiksa selama tiga jam dari semula yang dijanjikan hanya lima menit. Dia juga merasa dibohongi karena awalnya penyidik bilang dirinya dipanggil oleh Hasto untuk naik ke lantai dua gedung antirasuah. Padahal, kala itu ia hanya sedang duduk di halaman.

Jun 13, 2024 - 04:54
Mengaku Dibentak Penyidik KPK, Staf Hasto PDIP Mau Ngadu ke Propam Polri

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi mengungkap kronologi pemeriksaan dirinya oleh penyidik KPK saat mendampingi pemeriksaan di gedung KPK, Senin (10/6).

Pengakuan Kusnadi disampaikan saat dirinya melayangkan laporan ke Komnas HAM atas dugaan penyalahgunaan prosedur oleh penyidik KPK atas dirinya, Rabu (12/11).

Kusnadi mengaku diperiksa selama tiga jam dari semula yang dijanjikan hanya lima menit. Dia juga merasa dibohongi karena awalnya penyidik bilang dirinya dipanggil oleh Hasto untuk naik ke lantai dua gedung antirasuah. Padahal, kala itu ia hanya sedang duduk di halaman.

"Saya itu lagi rokok kan di gedung KPK, di halaman. Saya dibilang itu katanya dipanggil sama Bapak [Hasto]. Dengar dipanggil saya langsung ke atas diantar sama tim," kata Kusnadi.

Di lantai dua gedung KPK, alih-alih dipertemukan dengan Hasto, Kusnadi justru langsung digeledah oleh penyidik. Dia heran atas penggeledahan itu, sebab dia merasa tak terkait dengan Hasto sebagai saksi.

Kepada Kusnadi, penyidik meminta ponsel pribadi miliknya, termasuk buku catatan milik Hasto yang di dalamnya berisi agenda-agenda strategis partai.

"Jadi yang di atas itu saya digeledah. Dan barangnya disita, diintimidasi. Dibentak-bentak. Saya merasa dibohongi juga, katanya dipanggil Bapak ternyata enggak," katanya.

Kusnadi mengaku tidak tahu apa-apa terkait proses pemeriksaan Hasto. Dia hanya berasal dari keluarga petani bawang di Brebes, Jawa Tengah.

Di lantai dua gedung KPK, usai melihat Kusnadi, Hasto meminta kepada penyidik agar anak buahnya itu turun karena tak berkaitan dengan pokok perkara dan pemeriksaan yang tengah ia jalani. Namun, penyidik kemudian meminta waktu lima menit untuk berbicara dengan Kusnadi.

"Tapi selama itu ternyata saya tiga jam diperiksa, dan disita barang-barangnya. Ada buku sangat penting itu. Bukunya catatan DPP (PDIP)," kata Kusnadi.

"Dibentak. 'Udah kamu diem aja' begitu. Yang mana saya kan orang biasa, saya takut," imbuhnya dengan nada tinggi menirukan penyidik.

Selain ponsel, Kusnadi mengaku sejumlah barang pribadi miliknya yang ikut disita antara lain, ATM dan buku tabungan yang isinya tak sampai Rp1 juta. Hingga kini, barang-barang itu belum dikembalikan.

"Katanya pembuktian. Tapi saya nggak tahu itu pembuktian apa, saya kan enggak tahu," kata dia.

Selama pemeriksaan, Kusnadi mengaku juga diminta untuk tidak berbohong. Dia ditanya agama.

Kepada Kusnadi, penyidik bilang bahwa dalam Islam dilarang untuk berbohong. Dia juga mengaku sempat ditanya penyidik soal keberadaan Harun Masiku.

"Kamu orang Islam kan? Kamu tahu kan kalau bohong. Bohong itu di Neraka, bahanya berat," kata Kusnadi kembali menirukan penyidik.

"Sama ditanya keberadaan Harun Masiku. Saya jawab tidak tahu. Terus dia bilang, 'kamu jangan bohong'," imbuhnya.

Mau Lapor Propam Polri

Kusnadi akan melaporkan penyidik KPK atas nama Rossa Prabu Bekti ke Propam Polri atas dugaan penyalahgunaan prosedur usai menyita ponsel miliknya. Ponsel Kusnadi dan sejumlah barang pribadi lain disita Rossa saat mendampingi Hasto menjalani pemeriksaan di KPK.

"Akan mengadukan oknum penyidik Rossa ke Mabes Polri karena perampasan kemerdekaan itu tidak pidana," kata tim kuasa hukum Kusnadi, Petrus Selestinus.

Pernyataan itu disampaikan Petrus usai mendampingi Kusnadi melayangkan laporan ke Komnas HAM. Petrus pada kesempatan itu juga meminta Komnas HAM memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas dugaan penyalahgunaan prosedur yang dilakukan anak buahnya di KPK.

Petrus menilai perampasan ponsel milik kliennya mengandung unsur pelanggaran tindak pidana. Laporan ke Propam rencananya akan dilayangkan dalam satu hingga dua hari ke depan.

"Ya ke Propam lapor. Dalam satu dua hari ini," kata Petrus.

Sebelumnya, Kusnadi juga telah melaporkan dugaan kewenang-wenangan penyidik KPK ke Dewan Pengawas. Mereka meminta Dewas memeriksa Rossa atas penyitaan buku milik DPP Partai.

Buku itu berisi hal-hal strategis Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hingga cabang partai tingkat daerah. Dia meminta agar Dewas mendalami pihak yang menginstruksikan perampasan buku catatan partai dan ponsel milik Kusnadi.

Di saat yang sama, Komnas HAM telah menerima laporan Kusnadi atas dugaan penyalahgunaan prosedur penyidik KPK kepada dirinya. Komisioner Komnas HAM, Atnike Nova Sigiro mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Namun, Nova memastikan penyelidikan pihaknya nanti bukan ingin mengintervensi proses hukum yang dilakukan KPK terhadap Hasto.(han)