Memperluas Imajinasi Siswa Melalui Study Tour

Dalam beberapa waktu terakhir, terdapat desakan yang cukup kuat dari berbagai pihak untuk menghilangkan study tour sebagai bagian dari program pendidikan di Indonesia. Desakan itu muncul dari kalangan orang tua, pemerhati pendidikan, maupun personil di pemerintahan.

Jun 23, 2024 - 06:23
Memperluas Imajinasi Siswa Melalui Study Tour
Dr. FX Dono Sunardi, M.A.

Oleh: Dr. FX Dono Sunardi, M.A.

Dosen Sastra Inggris Universitas Ma Chung

 

Dalam beberapa waktu terakhir, terdapat desakan yang cukup kuat dari berbagai pihak untuk menghilangkan study tour sebagai bagian dari program pendidikan di Indonesia. Desakan itu muncul dari kalangan orang tua, pemerhati pendidikan, maupun personil di pemerintahan. Desakan untuk menghapuskan study tour santer disampaikan sebagai ekses dari beberapa kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pemicu utamanya adalah kecelakaan yang menimpa rombongan SMA Lingga Kencana di Ciater pada 11 Mei 2024 yang  menyebabkan 11 orang meninggal dunia.
            Kekhawatiran mengenai keselamatan sangatlah wajar,  tetapi menghapuskan study tour bukanlah solusi yang tepat. Dalam jangka pendek, penghapusan study tour  sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan industri pariwisata. Dampak dalam jangka panjang, membuat siswa kehilangan potensi manfaat dari study tour, yaitu dapat  memperkaya dan memperluas  imajinasi siswa. 

Study tour penting bagi siswa karena kegiatan itu memberikan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung. Pembelajaran eksperiensial ini memungkinkan siswa untuk melihat, mendengar, dan merasakan apa yang mereka pelajari di kelas. Misalnya, kunjungan ke situs sejarah memberikan wawasan yang lebih nyata dan mendalam tentang peristiwa sejarah dibandingkan hanya membaca buku teks. Demikian pula, kunjungan ke kebun binatang atau taman botani dapat memperkaya pemahaman siswa tentang biologi dan ekosistem secara langsung. Study tour juga memungkinkan siswa melihat langsung objek-objek penting di tempat lain yang tanpanya siswa mungkin tidak punya kesempatan mengunjungi. Tanpa study tour, siswa dari luar Jakarta mungkin tidak akan pernah berkesempatan datang ke Monas karena berbagai sebab. Demikian pula, banyak siswa dari Jakarta tidak akan pernah menginjakkan kakinya di candi Borobudur jika study tour ditiadakan.

Study tour juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk “melangkah keluar” dari lingkungan normal mereka. Banyak siswa hanya mengenal lingkungan sekolah dan rumah mereka sehari-hari karena keterbatasan sosial ekonomi. Siswa dari keluarga miskin atau pas-pasan, yang jumlahnya tidak sedikit. Melalui study tour, mereka dapat mengunjungi dan mengenal tempat baru, budaya berbeda, dan cara hidup yang belum pernah mereka temui sebelumnya. Pengalaman ini tidak hanya memperluas wawasan mereka tetapi juga membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial dan adaptasi yang sangat penting di dunia yang semakin global ini. 

            Prof. Rhenald Khasali bahkan mewajibkan mahasiswanya untuk melakukan perjalanan sendiri ke luar negeri dan membiarkan mereka ‘tersesat’ di negeri orang. Dengan cara demikian, mereka mengalami dan belajar hal-hal dan budaya baru serta menguji keterampilan mereka untuk beradaptasi dan bersosialisasi. Hal yang hampir sama, dalam level yang lebih bisa dikelola, dapat diperoleh siswa dari study tour.

Di atas dua alasan di atas, alasan yang terkait dengan pengayaan dan perluasan imajinasi adalah yang terpenting. Imajinasi merupakan salah satu elemen terpenting dalam pengembangan diri seorang siswa. Melalui study tour, imajinasi siswa dapat diperkaya dengan pengalaman baru dan pengetahuan yang mereka dapatkan. Misalnya, kunjungan ke pusat sains dapat menginspirasi siswa untuk bercita-cita menjadi ilmuwan, atau kunjungan ke pabrik dapat membuka wawasan mereka tentang dunia industri dan inovasi. Imajinasi yang kaya akan membantu siswa memiliki visi yang lebih jelas dan luas tentang masa depan mereka, yang pada gilirannya akan mendorong mereka untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.

            Seseorang yang hanya tinggal dan berkutat dalam dunia terdekatnya dan tidak melihat cara hidup yang lain akan memiliki imajinasi yang miskin. Dia tidak akan tahu bahwa di tempat lain, hal-hal dilakukan dengan cara yang berbeda dan ternyata efektif. Mereka juga tidak akan tertantang untuk mencipta dan mengimajinasikan sesuatu yang baru.

Study tour, walau terbatas, dapat memperkaya imajinasi siswa akan hal-hal dan cara-cara baru. Mereka akan membangun mimpi baru, visi baru, dan cara kerja baru. Dia akan berkembang menjadi seorang pribadi yang tidak monodimensional, melainkan multidimensional.

            Imajinasi adalah penggerak penting kemajuan dan perkembangan peradaban manusia. Tanpa imajinasi, manusia tidak akan bermimpi dan bervisi tentang masa depan.  Imajinasi adalah fondasi dari kreativitas. Inovasi dan penemuan baru sering kali berawal dari kemampuan untuk membayangkan sesuatu yang belum ada. Dari penemuan roda hingga teknologi digital modern, semua dimulai dari gagasan imajinatif. Generasi yang memiliki imajinasi yang kuat akan mampu menciptakan solusi kreatif untuk masalah-masalah yang dihadapi, serta menciptakan produk dan layanan baru yang dapat meningkatkan kualitas hidup.

Imajinasi memungkinkan individu untuk melihat masalah dari berbagai perspektif dan membayangkan berbagai solusi potensial. Ini sangat penting dalam pengembangan kemampuan pemecahan masalah (problem solving). Dengan imajinasi, generasi masa depan dapat menghadapi tantangan dengan cara yang lebih inovatif dan efektif.

Melalui imajinasi, individu dapat membayangkan diri mereka dalam posisi orang lain, yang pada gilirannya mengembangkan empati. Kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang orang lain alami adalah keterampilan penting dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis dan adil. Imajinasi membantu dalam membentuk karakter yang penuh empati dan pemahaman terhadap sesama.

Generasi yang mampu membayangkan masa depan yang lebih baik cenderung memiliki motivasi dan tujuan yang jelas. Imajinasi membantu individu untuk menetapkan visi mereka dan bekerja keras untuk mencapainya. Hal ini penting dalam semua bidang kehidupan, mulai dari karir profesional hingga kontribusi sosial.

Imajinasi juga berperan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Dengan membayangkan berbagai skenario dan hasil, individu belajar untuk menganalisis, mengevaluasi, dan memilih opsi terbaik. Ini memperkuat kemampuan berpikir kritis yang sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan.

            Study tour memberikan kesempatan kepada siswa untuk meluaskan lingkup imajinasi mereka. Melalui study tour, mereka melihat, mengamati, dan mengalami bagaimana cara-cara mengerjakan berbagai hal yang berbeda dijalankan. Itu membuka wawasan mereka. Dan saat mereka kembali dan menuliskan pengalaman mereka dalam bentuk tulisan reflektif, mereka terbatu untuk memetik berbagai buah pengalaman yang berharga bagi masa depan. 

Solusi terhadap kekhawatiran mengenai keselamatan dalam pelaksanaan study tour bukanlah menghilangkan kegiatan ini, melainkan melakukan perbaikan persiapan yang lebih matang. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:

  1. Memastikan bahwa kendaraan yang digunakan dalam study tour memenuhi standar keselamatan yang tinggi.
  2. Melakukan perencanaan yang komprehensif termasuk latihan keselamatan, penilaian risiko, objek yang dikunjungi memperluas imajinasi siswa, dan pengawasan ketat selama perjalanan.

Dari kalangan pemerintah hendaknya memperbaiki kondisi jalan dan transportasi umum yang digunakan selama study tour untuk memastikan keselamatan perjalanan. Selain itu, pemerintah juga berkewajiban untuk mengembangkan sistem transportasi yang terkoordinasi dengan baik untuk mengurangi risiko kecelakaan.

 

            Study tour tetaplah menjadi bagian penting dari program pendidikan yang tidak boleh dihilangkan begitu saja karena beberapa insiden yang tidak diinginkan. Dengan melakukan perbaikan yang tepat dan persiapan yang matang, kita dapat memastikan bahwa kegiatan ini tetap aman dan bermanfaat bagi perkembangan siswa. Pembelajaran eksperiensial, perluasan wawasan, dan pengayaan imajinasi adalah beberapa manfaat penting yang tidak dapat digantikan oleh metode pembelajaran lain. Oleh karena itu, mari kita bekerja sama untuk menjaga keberlanjutan study tour dengan cara yang lebih aman dan terorganisir. Disunting oleh Dr. Umi Salamah, M.Pd, Dosen PPG UIBU dan Pengurus Perkumpulan Ilmuwan Sosial Humaniora Indonesia.