Melihat Agenda Kongres Partai Komunis China di Akhir Pekan Ini

Beberapa pihak menduga Presiden China sekaligus Sekretaris Jenderal PKC saat ini, Xi Jinping, akan kembali menduduki posisi sekjen.

NUSADAILY.COM – BEIJING - Di penghujung kongres, para delegasi Kongres Partai Komunis China (PKC) bakal merangkum hasil rapat mereka selama sepekan belakangan.

Selama sepekan, para delegasi sudah membahas berbagai isu, mulai dari referendum salah satu isi piagam PKC hingga memilih pejabat pos-pos tertentu di dalam partai.

Di hari terakhir, setidaknya ada empat agenda pamungkas dalam kongres partai berkuasa China tersebut.

1. Pemungutan Suara dan Laporan Kongres
Canberra Times melaporkan para delegasi akan menggelar pemungutan suara untuk amandemen piagam partai pada Sabtu (22/10).

Mereka juga bakal menyusun laporan akhir kongres.

2. Memilih Komite Pusat PKC
Menurut laporan Xinhua, delegasi dalam kongres akan memilih anggota Komite Pusat dan anggota Komisi Pusat Inspeksi Disiplin (CCDI) PKC pada Sabtu pagi.

Usai pemilihan itu, presidium kongres akan mengumumkan anggota baru Komite Pusat dan CCDI.

3. Pleno Komite Pusat PKC
Sehari setelah kongres rampung, anggota baru Komite Pusat akan menggelar sidang secara tertutup dalam pleno pertama pada Minggu (23/10).

Dalam pleno ini, mereka akan merangkum daftar nama anggota Politbiro yang baru. Biasanya, anggota Politbiro berjumlah 25 orang.

Di hari itu, Komite Pusat juga akan memilih anggota Komite Tetap Politbiro yang biasanya berjumlah 7 orang.

4. Pemilihan Sekjen PKC
Di hari itu, Komite Pusat juga akan memilih kandidat sekretaris jenderal partai yang berasal dari Komite Tetap Politbiro.

Beberapa pihak menduga Presiden China sekaligus Sekretaris Jenderal PKC saat ini, Xi Jinping, akan kembali menduduki posisi sekjen.

"Dia [Xi] belum menunjuk pengganti untuk menjadi sekjen PKC," ujar profesor kajian China Universitas Tamkang di Taiwan, Wu Ueh Chang, seperti dikutip Deutsche Welle.

Jika terpilih menjadi sekjen, Xi diduga kuat bakal menjadi presiden di periode ketiga.

Menurut kebiasaan politik China, siapa pun yang terpilih jadi sekjen berpotensi menjadi presiden.

Peluang Xi terbuka lebar karena PKC sudah mengubah konstitusi yang menghapus batasan periode masa jabatan presiden.

Di hari yang sama, sekjen akan memimpin pertemuan dengan Komite Tetap PKC di Aula Besar.

Sekjen kemudian akan memperkenalkan tim barunya dan berbicara soal tugas dia di masa mendatang.

Komite Tetap akan menyetujui pembentukan sekretariat jenderal baru dan Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin.

Sementara itu, penentuan posisi kunci pemerintahan China baru akan digelar pada sesi tahunan Kongres Rakyat Nasional China yang biasanya dimulai pada Maret.

Dalam rapat itu, mereka juga akan menggelar pemungutan suara untuk pemilihan presiden China.(han)