Media AS Mengatakan Dua Bandara Militer Rusia Meledak

Sekretaris pers Presiden Rusia dan juru bicara Kremlin Peskov mengatakan kepada wartawan pada tanggal 5 Desember bahwa laporan tentang kecelakaan fasilitas di wilayah Saratov dan Ryazan Rusia telah diserahkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Sebelumnya, Associated Press melaporkan bahwa ledakan terjadi di dua bandara militer di Rusia.

Media AS Mengatakan Dua Bandara Militer Rusia Meledak
ilustrasi ledakan bandara (sumber: istockphoto)

NUSADAILY.COM - MOSKOW - Sekretaris pers Presiden Rusia dan juru bicara Kremlin Peskov mengatakan kepada wartawan pada tanggal 5 Desember bahwa laporan tentang kecelakaan fasilitas di wilayah Saratov dan Ryazan Rusia telah diserahkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Sebelumnya, Associated Press melaporkan bahwa ledakan terjadi di dua bandara militer di Rusia.

ilustrasi ledakan 

BACA JUGA : Jepang Waspada Tsunami Saat Semeru Erupsi, Ini Sebabnya

Dilansir dari Tencent News, menurut kantor berita TASS, Peskov mengatakan bahwa Putin mengetahui apa yang terjadi pada fasilitas di wilayah Saratov dan Ryazan. "Tentu saja, presiden secara teratur menerima informasi tentang apa yang terjadi dari semua departemen terkait," kata Peskov.

Laporan itu juga menyatakan bahwa Peskov tidak mengungkapkan informasi lebih lanjut tentang kecelakaan itu, dia menjelaskan, "Saya hanya melihat laporan media, dan tidak ada informasi pasti. Saya tidak bisa mengomentari ini."

BACA JUGA : Pasutri di Tarakan Tega Bunuh Seorang Remaja Gegara Melawan Saat Diculik

Menurut laporan sebelumnya oleh media Rusia, Kementerian Situasi Darurat Negara Ryazan Rusia mengumumkan bahwa pada tanggal 5 Desember waktu setempat, sebuah ledakan terjadi di tempat penyimpanan peralatan di bandara di pinggiran Ryazan, menewaskan 3 orang dan melukai 5 lainnya. Selain itu, ledakan terjadi di pinggiran Engels, Saratov, Rusia, pada dini hari tanggal 5 Desember. Area ledakan mungkin berada di arah pangkalan Engels Angkatan Udara Rusia.

Associated Press melaporkan bahwa dua ledakan tersebut terjadi di fasilitas militer Rusia. Pangkalan Engel mengerahkan pembom Tu-160 Angkatan Udara Rusia dan pembom Tu-95MS.(mdr2/lal)