McConnell Kritik Trump Karena Hentikan Pidato Konstitusional: Ini Bukan Presiden Amerika Serikat

Pemimpin minoritas Senat AS dan McConnell dari Partai Republik mengatakan pada tanggal 6 waktu setempat bahwa siapa pun yang mengusulkan untuk mengakhiri Konstitusi "akan sangat sulit untuk dibatalkan."

McConnell Kritik Trump Karena Hentikan Pidato Konstitusional: Ini Bukan Presiden Amerika Serikat
McConnell Kritik Trump Karena Hentikan Pidato Konstitusional (sumber: chinanews.com)

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Pemimpin minoritas Senat AS dan McConnell dari Partai Republik mengatakan pada tanggal 6 waktu setempat bahwa siapa pun yang mengusulkan untuk mengakhiri Konstitusi "akan sangat sulit untuk dibatalkan."

Melansir chinanews.com, dilaporkan bahwa Trump baru-baru ini menyerukan penghentian Konstitusi AS pada platform media sosial "TruthSocial" yang dia dirikan, dan menuduh "perusahaan teknologi besar" berkolusi dengan Demokrat untuk membentuk penipuan skala besar dan bersama-sama berurusan dengannya.

BACA JUGA : McConnell Terpilih Kembali Sebagai Pemimpin Partai Republik...

Ditanya apakah dia akan mendukung Trump jika dia adalah calon presiden dari Partai Republik tahun 2024, McConnell berkata, "Saya akan mengatakan bahwa jika Anda tidak mau menegakkan Konstitusi, akan sulit bagi Anda untuk mengambil sumpah." Amerika Serikat."

Cambuk Senat Republik John Thune mengatakan pada tanggal 5 bahwa dia sangat tidak setuju dengan pernyataan Trump dan mengatakan itu memberikan kesempatan sekali seumur hidup bagi lawan Trump untuk memperjuangkan pencalonan presiden dari Partai Republik tahun 2024.

BACA JUGA: Media AS Mengatakan Dua Bandara Militer Rusia Meledak

Shelley Moore Capito, anggota tim kepemimpinan Senat Republik, menyebut pernyataan Trump "konyol", sementara Graham, sekutu dekat Trump di Senat, menyebut penghentian konstitusi "sangat tidak pantas".

Kemudian pada tanggal 5, Trump menerbitkan dua postingan di platform media sosialnya sendiri, Truth Social, mencoba mengecilkan pernyataannya sebelumnya, mengklaim bahwa media telah mendistorsi apa yang dia tulis.

"Berita Palsu sebenarnya mencoba meyakinkan rakyat Amerika bahwa saya telah mengatakan ingin 'mengakhiri' Konstitusi. Itu hanya lebih banyak disinformasi dan kebohongan seperti Rusia yang tak ada habisnya dan semua tipuan mereka lainnya," tulis Trump.(mdr3/lal)