Makna Lilin Ungu di Minggu Adven 2, Pertobatan Tak Hanya Sekedar Kata

Pada akhir zaman sebuah tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh Tuhan akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan; ya, kesenangannya ialah takut akan Tuhan. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan dengan kejujuran akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri.

Makna Lilin Ungu di Minggu Adven 2, Pertobatan Tak Hanya Sekedar Kata

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Hari ini, 4 Desember 2022, masuk minggu adven kedua. Di minggu kedua, lilin ungu kedua dinyalakan. Lilin ini mengingatkan umat untuk mempersiapkan kehadiran Tuhan lewat pertobatan.

Dalam renungan Katolik minggu Adven 2 hari ini, Anda akan diajak merenungi pertobatan yang sesungguhnya, lebih dari sekadar kata-kata tobat.

Bacaan I
Yesaya 11: 1-10
Pada akhir zaman sebuah tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh Tuhan akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan; ya, kesenangannya ialah takut akan Tuhan.

Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan dengan kejujuran akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri.

Ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang yang tetap terikat pada pinggang.

Pada waktu itu serigala akan tinggal bersama domba, dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan merumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.

Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput, dan anak-anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Bayi akan bermain-main dekat liang ular tedung, dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak.

Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan, seperti air laut yang menutupi dasarnya.

Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi para bangsa. Dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.

Demikianlah sabda Tuhan
U: Syukur kepada Allah

Sekali peristiwa tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan berseru, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!" Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan Nabi Yesaya ketika nabi itu berkata, "Ada suara orang yang berseru di padang gurun; Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."

Yohanes itu memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, makanannya belalang dan madu hutan. Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.

Dan sambil mengakui dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan. Tetapi, waktu melihat bnayak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah Yohanes Pembaptis kepada mereka, "Hai kamu keturunan ular beludak!

Siapakah yang mengatakan kepada kamu bahwa kamu dapat lolos dari murka yang akan datang? Maka hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah mengira bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Kami adalah anak Abraham.

Sebab aku berkata kepadamu: Dari batu-batu ini pun Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham. Kapak sudah tersedia pada akar pohon, dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian daripadaku lebih berkuasa daripadaku, dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Alat penampi sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung; tetapi debu jerami akan dibakar-Nya dalam api yang tak terpadamkan."

Demikianlah sabda Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Katolik Minggu Adven 2
Dalam bacaan Injil, Anda menjumpai tokoh eksentrik bernama Yohanes Pembaptis. Ia adalah putra Zakaria dan Elizabeth, sepupu Maria ibunda Yesus. Yohanes menyandang gelar 'Pembaptis' atau 'Pemandi' karena menyerukan pembaptisan dan pertobatan. Ajakannya untuk bertobat guna mempersiapkan jalan kehadiran Tuhan.

Seperti ditulis dalam Panduan Adven Keuskupan Agung Semarang (KAS), kata 'Bertobatlah' yang diserukan Yohanes dalam bahasa Yunani disebut 'metanoeo'. 'Metanoeo' sendiri berarti berbalik atau meninggalkan kehidupan lama (dosa) lalu berjalan ke arah terang.

Barangkali mekanisme pertobatan kurang lebih seperti halnya mengambil arah putar balik kala sadar jalan yang dilalui salah.

Orang kerap mengandalkan peta digital untuk membimbing sampai tujuan. Anda diminta belok kanan atau kiri atau tetap lurus. Namun saat keluar jalur, Anda akan diminta putar balik agar benar-benar sampai tujuan.

Hanya saja, orang sering tidak sadar bahwa jalan yang dilalui sudah benar dan bisa membawanya sampai tujuan. Pun jika sudah dibimbing peta digital, Anda merasa asing, tidak nyaman, sebab bukan jalan yang biasa dilalui.

Pilihannya, Anda ikut peta, merasa tidak nyaman tapi sampai tujuan, atau lewat jalan yang familiar, nyaman tapi tidak jelas mau ke mana.

Pertobatan kerap membawa perasaan tidak nyaman. Namun apa Anda akan mengikut hal-hal yang bikin nyaman tapi tidak membawa Anda pada Tuhan?

Kemudian jangan sampai terjebak pada pertobatan yang sifatnya tradisi sebab pertobatan hanya akan sampai pada kata-kata tanpa aplikasi. Adven memang masa penantian dan pertobatan tetapi yang perlu lebih direnungkan adalah apa saya sudah benar-benar mengambil putar balik atau tetap meneruskan perjalanan tanpa tahu mau ke mana?

Semoga di Minggu Adven 2 ini umat semakin mantap melangkah dan berani 'putar balik' saat jalan yang diambil tidak benar.(CNN/han)