Luar Biasa! Sam Maykel, Lulusan S2 Termuda ITB Berumur 21 Tahun

Rata-rata usia lulusan mahasiswa S1 biasanya ada di 22-23 tahun. Namun, berbeda dengan lulusan S2 Institut Teknologi Bandung (ITB) satu ini yang berhasil raih gelar master di usia yang masih 21 tahun.

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Rata-rata usia lulusan mahasiswa S1 biasanya ada di 22-23 tahun. Namun, berbeda dengan lulusan S2 Institut Teknologi Bandung (ITB) satu ini yang berhasil raih gelar master di usia yang masih 21 tahun.

Lulusan S2 ITB tersebut adalah Sam Maykel. Dia menjadi wisudawan termuda ITB di program magister pada periode wisuda ITB tanggal 22 Oktober 2022 lalu.

Seperti dilansir dari detikcom, Sam diwisuda bersama 2688 wisudawan lain yang terdaftar, dengan 1774 mahasiswa program sarjana, 885 mahasiswa program magister, dan 29 mahasiswa program doktor.

BACA JUGA: Jaga Eksistensi UMKM Lulusan Inkubasi Wirausaha, Pemkot Mojokerto Beri Pelatihan Akses Marketplace


Adapun tesis yang berhasil diselesaikan oleh Sam berjudul "Simulasi Numerik Proses Vacuum Assisted Resin Transfer Molding (VARTM) pada Struktur Komposit Foam-Core Sandwich dengan Pendekatan Strip Model".

Risetnya menerangkan tentang cara mensimulasi proses manufaktur struktur komposit dengan metode VARTM.

Simulasi tersebut berguna dalam memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk eksperimen berikutnya dan menghemat biaya yang dikeluarkan apabila terjadi kesalahan atau kekurangan dalam eksperimen.

Ikut Program Fast Track

Dengan usia yang lebih muda dari rata-rata mahasiswa S2, Sam membuktikan bahwa umur bukan halangan dalam menempuh pendidikan.

Dia berhasil menjadi lulusan program magister jurusan Teknik Dirgantara dari FTMD (Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara), setelah memutuskan untuk mengikuti program jalur fast track.

Program ini memungkinkan para mahasiswa sarjana diberi kemudahan untuk melanjutkan studi mereka ke jenjang magister.

Di jalur ini, mahasiswa dapat mengambil beberapa mata kuliah magister yang wajib maupun pilihan pada tahun keempat program sarjananya.

Setelah lulus S1, mahasiswa dapat langsung masuk ke program magister selama satu tahun sehingga mereka mengikuti program sarjana dan magister selama lima tahun.

Jadi Asisten Dosen

Selama masa perkuliahan, Sam bercerita salah satu mata kuliah yang menarik bagi dia adalah Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara.

Pada mata kuliah tersebut, dia dibimbing langsung oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyusun laporan hasil investigasi berdasarkan kasus nyata kecelakaan udara dan ikut merasakan prosedur mencari bukti dan alasan kejadian tersebut terjadi.

Tidak hanya fokus mengikuti pelajaran, Sam juga aktif dengan kegiatan di luar kelas. Dia sempat menjadi asisten praktikum di salah satu modul mata kuliah S1 Teknik Dirgantara serta.

Bahkan Sam juga sempat menjadi asisten dosen yang bertugas untuk membuat kunci jawaban kuis/ujian dan membantu memeriksa jawaban mahasiswa.

Dia juga membantu fakultasnya dalam proyek digitalisasi perpustakaan di mana semua file dan dokumen tugas akhir, tesis, disertasi diubah menjadi format digital.

Selama melalui perjalanan studi, Sam mengaku kuliah di ITB tidak mudah, karena ada banyak tugas dan ujian yang cukup sulit.

Namun, dia bersyukur memiliki teman-teman kuliah yang saling peduli dan mendukung sesama lainnya.

"Kita semua saling membantu, baik itu dalam hal akademik atau nonakademik. Karena ini, masa-masa kuliah kita tidak terlalu stres," ucapnya dikutip dari laman resmi ITB.

BACA JUGA: 5 Jurusan yang Lulusannya Bakal Banyak Dicari-Prospek Karier Bagus

Atas pencapaiannya di usia muda, Sam berterima kasih kepada orang-orang terdekat yang telah berperan sebagai support system sepanjang perjalanan studinya.

Dengan dukungan mereka, Sam berencana untuk mulai bekerja dan meniti karier untuk masa depannya.

"Untuk yang masih berjuang menyelesaikan kuliahnya di ITB, semangat terus, jangan lupa berdoa, dan cari support system kalian agar kalian bisa melepaskan penat dan menghindari stres dan tekanan kuliah," tuturnya.(eky)