Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaLifestyleTravelLucunya Isyana dan Aura, Bayi Harimau Sumatera Koleksi Taman Safari Prigen

Lucunya Isyana dan Aura, Bayi Harimau Sumatera Koleksi Taman Safari Prigen

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Kabar gembira datang dari Taman Safari Prigen (TSP) Kabupaten Pasuruan. Lembaga konservasi ini berhasil mengembangbiakkan satwa endemic Indonesia, Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrama).

Dua ekor bayi Harimau Sumatera lahir pada 4 Mei 2021 lalu. Bayi berjenis kelamin betina ini diberikan nama Isyana dan Aura. Kedua bayi harimau yang lucu ini akan menyambut wisatawan pada saat pemerintah mengizinkan pembukaan kembali TSP.

BACA JUGA: Taman Safari Prigen, Wisata Edukasi dengan Berbagai Atraksi Satwa Liar

Nama Isyana ini langsung diberikan Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf.

Dalam sejarah Kabupaten Pasuruan, Isyana adalah salah satu nama dinasti yang pernah menguasai Pasuruan, pada zaman kerajaan Kalingga.

Sedangkan nama Aura merupakan usulan masyarakat yang berpartisipasi melalui email official TSP. Dari 100 usulan nama, terpilih Aura yang berarti bebas hidup tanpa tekanan dan bisa membawa aura positif karena menjadi anakan pertama.  

General Manager TSP dan Baobab Safari Resort, Diaz Yonadie menuturkan dengan adanya breeding success terutama satwa endemic Indonesia menjadi bukti bahwa TSP selalu berkomitmen dalam konservasi satwa. Keberhasilan ini sekaligus sebagai kado peringatan Global Tiger Day.

BACA JUGA: Tumpeng Ikan Taman Safari Prigen Sambut World Penguin Day

“Meskipun tutup sementara akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), TSP selalu berkomitmen dalam konservasi dengan merawat satwa-satwa yang ada,” kata Diaz Yonadie.

Curator Life Science Taman Safari Prigen, drh Ivan Chandra mengatakan Harimau Sumatera ini lahir dengan proses normal. Mereka lahir dari indukan bernama Praja (7 tahun) dan Dini (5 tahun).

“Saat ini kedua bayi dirawat oleh sang induk. Setiap harinya keeper membantu untuk berjemur dari sinar matahari selama satu jam. Sedangkan induknya diberikan moloco sebagai pelancar ASI,” kata drh Ivan Chandra.

BACA JUGA: Uchuy, Nama Bayi Pertama Lumba-Lumba Taman Safari Prigen Hadiah Menteri Siti Nurbaya

Seperti diketahui, Taman Safari Prigen tutup sementara sejak 3 Juli sampai 2 Agustus 2021. Selama itu pula, manajemen Taman Safari Prigen tidak ada pemasukan dari penjualan tiket pengunjung seperti biasa.

Kendati begitu, perawatan dan pemeliharaan satwa-satwa tetap menjadi prioritas utama, mengingat peran sebagai Lembaga Konservasi di bawah Taman Safari Indonesia (TSI) Group.

Para keeper (perawat satwa), tim medis, dan kurator  tetap bekerja disesuaikan dengan prosedur tanggap COVID-19. Mereka diwajibkan mengenakan double masker kain menjaga kebersihan (mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer) dan menyemprotkan cairan disinfektan di area Taman Safari Prigen. 

“Jika ada masyarakat yang yang berminat menjadi orangtua asuh satwa atau berdonasi dengan mengirimkan pakan maupun cash money, kami persilahkan,” ujar General Manager TSP dan Baobab Safari Resort, Diaz Yonadie. (oni/lna)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Bali

Kabar Gembira, Kawasan Wisata GWK Cultural Park Buka Kembali

0
NUSADAILY.COM - BADUNG - Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, buka kembali untuk kunjungan bagi wisatawan setelah ditutup sejak bulan...