Minggu, Mei 29, 2022
BerandaLifestyleTravelKe Surabaya, Yuk Mampir ke Kota Tuanya, Seru Lho

Ke Surabaya, Yuk Mampir ke Kota Tuanya, Seru Lho

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Sebenarnya Surabaya punya kompleks kota tua yang eksotis. Hanya sayangnya belum digarap secara maksimal sebagai salah satu destinasi wisata heritage. Padahal kawasan Kota Tua Surabaya tak kalah menarik dengan kota tua kota tua lain di berbagai daerah di Indonesia.

Surabaya merupakan kota pelabuhan penting pada masa pendudukan Belanda. Sehingga tak heran jika kita dapat dengan mudah menemukan bangunan-bangunan bekas kantor atau perusahaan yang pada masa itu beroperasi di kota ini.

Arsitektur pada masa kolonial punya ciri khas dan keunggulan yang tak dimiliki bangunan modern. Selain desain eksteriornya yang bernilai estetis tinggi. Biasanya bangunan peninggalan Belanda lebih kokoh dan udara di dalam bangunan terasa sejuk walaupun tanpa AC dan cuaca di luar sedang panas menyengat.

Saat ini di Surabaya sudah ada paket tur singkat ‘Surabaya Heritage Track’ yang diselenggarakan oleh museum House of Sampoerna. Melansir situs travelingyuk.com, tur singkat berlangsung sekitar 1-2 jam dan berangkat tiga kali setiap hari, kecuali hari Senin. Tur biasanya akan dimulai setiap pukul 9.00 dari House of Sampoerna. Jika kalian tak punya waktu untuk tur kota tua di pagi dan siang hari, jangan khawatir karena kamu bisa melakukannya di sore hari, yaitu sekitar jam 16.30.

Tur singkat ini cukup diminati masyarakat, termasuk wisatawan mancanegara. Nggak heran jika mini bus yang digunakan untuk mengelilingi kawasan kota tua Surabaya selalu penuh sesak soalnya gratis juga. Apalagi di musim liburan.

Inilah Rute Tur Kota Tua Surabaya

Tur pertama-tama akan melalui kawasan Kota Lama Surabaya dengan rute Penjara Kalisosok, Jembatan Merah, Polwiltabes Surabaya, Gedung Cerutu, Hotel Ibis, Gedung bekas Bank Indonesia, Bank Mandiri, Pertamina dan Gedung Soeara Asia. Sesudah itu bus akan melanjutkan perjalanan ke daerah Tunjungan City, Kantor Pos Kebonrojo, Tugu Pahlawan, PLN Gembongan, Kantor Gubernur dan Hotel Majapahit.

Barangkali kalian mungkin sudah pernah membaca tentang Hotel Majapahit yang pada masa penjajahan Jepang bernama Hotel Yamato, dan pada masa pendudukan Belanda dinamakan Hotel Oranje. Ya, disinilah peristiwa bersejarah penurunan bendera Belanda yang kemudian dirobek dan menjadi bendera merah putih itu terjadi.

Tempat lain yang akan dikunjungi bersama bus ‘Surabaya Heritage Track’ adalah Balai Kota Surabaya, atau juga dikenal dengan nama Taman Surya. Kalau beruntung kamu bisa menonton pertunjukan Reog Ponorogo yang digelar secara berkala. Kemudian tur akan dilanjutkan ke Taman Budaya Jawa Timur, atau biasa disebut dengan Gedung Cak Durasim.

Meski bangunan gedung kesenian ini nggak ‘tua’ namun pihak penyelenggara tetap memasukkannya dalam tempat yang wajib dikunjungi tur wisata kota tua. Hal ini karena adanya unsur sejarah terkait penamaan gedung kesenian, yaitu Cak Durasim, yang merupakan seniman ludruk penentang penjajahan Jepang.

Kalau kalain kurang tertarik ikut tur ‘Surabaya Heritage Track’ karena bus tidak singgah di setiap bangunan tua yang dilewati,  kalian bisa mengitari kawasan bangunan tua lain yang terdapat di sekitar kawasan Surabaya Utara. Cukup naik bus kota dari Terminal Purabaya menuju Terminal Jembatan Merah dengan tarif Rp 5 ribu per orang. Dari sini kalain bisa berjalan kaki dan melihat-lihat beberapa bangunan tua bersejarah seperti Masjid Sunan Ampel, Masjid Cheng Hoo, Tugu Pahlawan dan ada juga Jembatan Merah.(aka)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Sebenarnya Surabaya punya kompleks kota tua yang eksotis. Hanya sayangnya belum digarap secara maksimal sebagai salah satu destinasi wisata heritage. Padahal kawasan Kota Tua Surabaya tak kalah menarik dengan kota tua kota tua lain di berbagai daerah di Indonesia.

Surabaya merupakan kota pelabuhan penting pada masa pendudukan Belanda. Sehingga tak heran jika kita dapat dengan mudah menemukan bangunan-bangunan bekas kantor atau perusahaan yang pada masa itu beroperasi di kota ini.

Arsitektur pada masa kolonial punya ciri khas dan keunggulan yang tak dimiliki bangunan modern. Selain desain eksteriornya yang bernilai estetis tinggi. Biasanya bangunan peninggalan Belanda lebih kokoh dan udara di dalam bangunan terasa sejuk walaupun tanpa AC dan cuaca di luar sedang panas menyengat.

Saat ini di Surabaya sudah ada paket tur singkat ‘Surabaya Heritage Track’ yang diselenggarakan oleh museum House of Sampoerna. Melansir situs travelingyuk.com, tur singkat berlangsung sekitar 1-2 jam dan berangkat tiga kali setiap hari, kecuali hari Senin. Tur biasanya akan dimulai setiap pukul 9.00 dari House of Sampoerna. Jika kalian tak punya waktu untuk tur kota tua di pagi dan siang hari, jangan khawatir karena kamu bisa melakukannya di sore hari, yaitu sekitar jam 16.30.

Tur singkat ini cukup diminati masyarakat, termasuk wisatawan mancanegara. Nggak heran jika mini bus yang digunakan untuk mengelilingi kawasan kota tua Surabaya selalu penuh sesak soalnya gratis juga. Apalagi di musim liburan.

Inilah Rute Tur Kota Tua Surabaya

Tur pertama-tama akan melalui kawasan Kota Lama Surabaya dengan rute Penjara Kalisosok, Jembatan Merah, Polwiltabes Surabaya, Gedung Cerutu, Hotel Ibis, Gedung bekas Bank Indonesia, Bank Mandiri, Pertamina dan Gedung Soeara Asia. Sesudah itu bus akan melanjutkan perjalanan ke daerah Tunjungan City, Kantor Pos Kebonrojo, Tugu Pahlawan, PLN Gembongan, Kantor Gubernur dan Hotel Majapahit.

Barangkali kalian mungkin sudah pernah membaca tentang Hotel Majapahit yang pada masa penjajahan Jepang bernama Hotel Yamato, dan pada masa pendudukan Belanda dinamakan Hotel Oranje. Ya, disinilah peristiwa bersejarah penurunan bendera Belanda yang kemudian dirobek dan menjadi bendera merah putih itu terjadi.

Tempat lain yang akan dikunjungi bersama bus ‘Surabaya Heritage Track’ adalah Balai Kota Surabaya, atau juga dikenal dengan nama Taman Surya. Kalau beruntung kamu bisa menonton pertunjukan Reog Ponorogo yang digelar secara berkala. Kemudian tur akan dilanjutkan ke Taman Budaya Jawa Timur, atau biasa disebut dengan Gedung Cak Durasim.

Meski bangunan gedung kesenian ini nggak ‘tua’ namun pihak penyelenggara tetap memasukkannya dalam tempat yang wajib dikunjungi tur wisata kota tua. Hal ini karena adanya unsur sejarah terkait penamaan gedung kesenian, yaitu Cak Durasim, yang merupakan seniman ludruk penentang penjajahan Jepang.

Kalau kalain kurang tertarik ikut tur ‘Surabaya Heritage Track’ karena bus tidak singgah di setiap bangunan tua yang dilewati,  kalian bisa mengitari kawasan bangunan tua lain yang terdapat di sekitar kawasan Surabaya Utara. Cukup naik bus kota dari Terminal Purabaya menuju Terminal Jembatan Merah dengan tarif Rp 5 ribu per orang. Dari sini kalain bisa berjalan kaki dan melihat-lihat beberapa bangunan tua bersejarah seperti Masjid Sunan Ampel, Masjid Cheng Hoo, Tugu Pahlawan dan ada juga Jembatan Merah.(aka)