Selasa, Desember 7, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaLifestyleTravelAturan Terbaru Perjalanan Udara Jawa-Bali, Wajib Tes PCR!

Aturan Terbaru Perjalanan Udara Jawa-Bali, Wajib Tes PCR!

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Satuan Tugas COVID-19  menyampaikan pelaku perjalanan udara dari dan ke Pulau Jawa-Bali serta daerah PPKM level 3 dan 4 wajib menyertakan surat keterangan negatif tes PCR.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Menggunakan hasil tes PCR tentunya memiliki akurasi yang lebih tinggi daripada rapid tes antigen,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers Pengaturan Perjalanan Dalam Negeri Seiring Pelandaian COVID-19 yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.

BACA JUGA: Syarat Terbaru Pelaku Perjalanan Internasional, Wajib Karantina 5 Hari

Ia mengatakan, surat keterangan hasil negatif tes PCR itu yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam.

Wiku mengemukakan, pengetatan metode pengujian menjadi tes PCR itu karena saat ini sudah tidak diterapkannya pembatas jarak antar tempat duduk (seat distancing) dengan kapasitas penuh.

BACA JUGA: Pelaku Perjalanan Internasional dari Tujuh Negara Terinfeksi COVID-19

Penerapan itu, lanjut dia, sebagai bagian dari uji coba pelonggaran mobilitas demi pemulihan ekonomi di tengah kondisi kasus yang cukup terkendali.

BACA JUGA: Pelaku Perjalanan Domestik Wajib Menunjukkan Kartu Vaksinasi

“PCR sebagai metode testing good standar dan lebih sensitif daripada rapid antigen dalam menjaring kasus positif,” katanya.

Wiku juga menyampaikan, pelaku perjalanan udara di Pulau Jawa-Bali serta daerah PPKM level 3 dan 4 itu juga diwajibkan menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama.

BACA JUGA: AP II Jelaskan Prosedur Kedatangan Pelaku Perjalanan Internasional

“Untuk moda transportasi udara wajib menunjukkan dua dokumen. Yaitu kartu vaksin minimal dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif tes PCR,” katanya.

Untuk mengoptimalisasi upaya pencegahan dalam transportasi udara, Wiku menambahkan. Pihak maskapai diwajibkan menyiapkan tiga baris kursi yang dikosongkan untuk pemisahan jika ditemukan pelaku perjalanan mengalami gejala saat perjalanan.

BACA JUGA: Dikira Lalisa Eh Ternyata Cita Citata

Wiku menyampaikan, aturan pelaku perjalanan orang dalam negeri terbaru itu dilakukan atas keputusan lintas sektor yang mempertimbangkan kondisi kasus terkini. Serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung implementasi protokol kesehatan di lapangan.

“Keputusan ini dituangkan dalam berbagai kebijakan yaitu Surat Edaran Satgas Nomor 21 Tahun 2021. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 dan 54 Tahun 2021, dan Surat Edaran Kemenhub Nomor 88 Tahun 2021,” paparnya.(eky)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily