Kamis, Mei 26, 2022
BerandaLifestyleTechnoDua Teknologi Baterai yang Digadang Menggantikan Li-ion

Dua Teknologi Baterai yang Digadang Menggantikan Li-ion

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Penggunaan teknologi dari awal bertujuan untuk memenuhi kebutuhan, seiring perkembangan jaman maka pergeseran fungsi terutama smartphone semakin terasa.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Semua part smartphone saling mendukung, dari berbagai part tersebut yang tak kalah penting adalah dukungan daya.

Baca Juga: Perusahaan Baterai Listrik China dan Korsel Berebut Untuk Ditempatkan di Indonesia

Awal kemunculan baterai mengusung daya hanya ratusan mAh, hingga kini kapasitas baterai ada yang mencapai Puluhan Ribu.

Kekinian, seiring berkembangnya teknologi, menurut Arya Dega, Penasihat Federasi Drone Indonesia, saat ini prosudusen Smartphone Samsung dan Apple sedang mengembangan baterai teknologi baru yang bakal menggantikan lithiumion (Li-ion).

“Samsung terbaru sekarang menggunakan baterai solid state, sedangkan Apple sedang mengembangkan Baterai Hidrogen,” ujar Arya sapaan akrabnya.

Baca Juga: Genjot Pemulihan Ekonomi, ASN Surabaya Wajib Belanja Produk UMKM Lewat E-Peken

Pria yang juga sebagai Dosen Kewirausahaan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan produsen sel baterai Korea Selatan Samsung SDI sedang mempercepat jadwal pengenalan baterai solid-state. Usai memperkenalkan purnarupanya pada Maret 2020 lalu.

“Keunggulan baterai ini, bahan padat yang tidak mudah terbakar, tahan api, serta dapat digunakan pada suhu lebih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga: Perusahaan Baterai Listrik China dan Korsel Berebut Untuk Ditempatkan di Indonesia

Dihimpun dari berbagai sumber, Baterai ini memiliki Struktur sel yang sederhana dengan biaya produksi yang sederhana membuat baterai ini lebih hemat biaya.

“Pengisian baterai solid-state 6 kali lebih cepat daripada baterai liquid state,” lanjut Youtuber Drone Pertama di Indonesia.

Sementara itu, saingan tetap Samsung, Apple juga tengah menyiapkan sistem sel bahan bakar portabel dan hemat biaya yang mengubah bahan bakar menjadi tenaga listrik.

Secara khusus, Apple ingin menggunakan sel bahan bakar proton exchange membrane (PEM) yang mengubah hidrogen menjadi listrik. (ark)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Bamsoet Apresiasi Kemudahan UMKM Peroleh Sertifikasi Halal

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah Yayasan Al Muttaqien Care yang telah mempermudah pendataan dan verifikasi 10 juta UMKM...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Penggunaan teknologi dari awal bertujuan untuk memenuhi kebutuhan, seiring perkembangan jaman maka pergeseran fungsi terutama smartphone semakin terasa.

Semua part smartphone saling mendukung, dari berbagai part tersebut yang tak kalah penting adalah dukungan daya.

Baca Juga: Perusahaan Baterai Listrik China dan Korsel Berebut Untuk Ditempatkan di Indonesia

Awal kemunculan baterai mengusung daya hanya ratusan mAh, hingga kini kapasitas baterai ada yang mencapai Puluhan Ribu.

Kekinian, seiring berkembangnya teknologi, menurut Arya Dega, Penasihat Federasi Drone Indonesia, saat ini prosudusen Smartphone Samsung dan Apple sedang mengembangan baterai teknologi baru yang bakal menggantikan lithium-ion (Li-ion).

“Samsung terbaru sekarang menggunakan baterai solid state, sedangkan Apple sedang mengembangkan Baterai Hidrogen,” ujar Arya sapaan akrabnya.

Baca Juga: Genjot Pemulihan Ekonomi, ASN Surabaya Wajib Belanja Produk UMKM Lewat E-Peken

Pria yang juga sebagai Dosen Kewirausahaan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan produsen sel baterai Korea Selatan Samsung SDI sedang mempercepat jadwal pengenalan baterai solid-state. Usai memperkenalkan purnarupanya pada Maret 2020 lalu.

“Keunggulan baterai ini, bahan padat yang tidak mudah terbakar, tahan api, serta dapat digunakan pada suhu lebih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga: Perusahaan Baterai Listrik China dan Korsel Berebut Untuk Ditempatkan di Indonesia

Dihimpun dari berbagai sumber, Baterai ini memiliki Struktur sel yang sederhana dengan biaya produksi yang sederhana membuat baterai ini lebih hemat biaya.

“Pengisian baterai solid-state 6 kali lebih cepat daripada baterai liquid state,” lanjut Youtuber Drone Pertama di Indonesia.

Sementara itu, saingan tetap Samsung, Apple juga tengah menyiapkan sistem sel bahan bakar portabel dan hemat biaya yang mengubah bahan bakar menjadi tenaga listrik.

Secara khusus, Apple ingin menggunakan sel bahan bakar proton exchange membrane (PEM) yang mengubah hidrogen menjadi listrik. (ark)