Kamis, Januari 20, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaLifestyleBanyak Kekhawatiran Kebijakan Privasi Baru, WhatsApp Tunda Pembaruan Fitur Bisnis

Banyak Kekhawatiran Kebijakan Privasi Baru, WhatsApp Tunda Pembaruan Fitur Bisnis

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Setelah meningkatnya kekhawatiran pengguna atas kebijakan privasi baru, platform perpesanan milik Facebook, WhatsApp, menunda pembaruan fitur yang bertujuan meningkatkan transaksi bisnis di platform tersebut.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pengguna WhatsApp menerima pemberitahuan awal bulan ini bahwa platform tersebut sedang mempersiapkan kebijakan dan ketentuan privasi baru, yang dapat membagikan beberapa data pengguna dengan aplikasi Facebook.

BACA JUGA: Perubahan Kebijakan Privasi, Kominfo Minta WhatsApp Terapkan Prinsip Perlindungan Data Pribadi – Nusadaily.com

Hal itu memicu protes global dan membuat pengguna bermigrasi ke aplikasi perpesanan saingan, termasuk Telegram dan Signal.

WhatsApp, menurut laporan Reuters, Jumat (15/1), mengatakan akan menunda peluncuran kebijakan baru hingga Mei, yang rencananya dirilis Februari.

BACA JUGA: Fitur Baru WhatsApp, Bisa Lakukan Panggilan Suara dan Video ke Desktop – Imperiumdaily.com

Pembaruan tersebut difokuskan pada kemungkinan pengguna untuk mengirim pesan dengan fitur bisnis aplikasi Whatsapp, dan pembaruan tersebut tidak memengaruhi percakapan pribadi, yang akan terus dilindungi enkripsi ujung ke ujung atau end-to-end encryption.

“Pembaruan ini tidak memperluas kemampuan kami untuk berbagi data dengan Facebook,” kata WhatsApp dilansir dari antara.

“Meskipun tidak semua orang berbelanja dengan fitur bisnis di WhatsApp saat ini, kami pikir lebih banyak orang akan memilih untuk melakukannya di masa depan dan penting orang-orang mengetahui layanan ini,” WhatsApp menambahkan.

Tingkatkan Pendapatan

Facebook telah meluncurkan fitur bisnis di WhatsApp selama satu tahun terakhir untuk meningkatkan pendapatan dari unit yang yang tumbuh lebih tinggi, seperti WhatsApp dan Instagram, sembari membentuk infrastruktur e-commerce di seluruh platform Facebook.

Facebook mengakuisisi WhatsApp seharga 19 miliar dolar AS pada 2014, tetapi lambat dalam menghasilkan uang.

Kebijakan baru soal privasi membuat platform tersebut dapat berbagi data pribadi tertentu, seperti nomor telepon dan alamat IP pengguna, dengan Facebook.

BACA JUGA: Akun WhatsApp Mirip Nama Ketua Tim Pemenangan SANDI Jadi Ajang Fitnah – Javasatu.com

“Kami tidak menyimpan catatan tentang siapa yang mengirim pesan atau menelepon semua orang. Kami juga tidak dapat melihat lokasi yang Anda bagikan dan kami tidak membagikan daftar kontak Anda dengan Facebook,” kata WhatsApp.

Pada Oktober, WhatsApp mengatakan akan mulai menawarkan pembelian dalam aplikasi melalui Facebook Shops dan akan menawarkan pelanggan perusahaan yang menggunakan alat perpesanan layanan tersebut kemampuan untuk menyimpan pesan-pesan itu di server Facebook.

Pada saat itu WhatsApp mengatakan obrolan dengan bisnis menggunakan layanan hosting baru tidak akan dilindungi oleh enkripsi ujung ke ujung.(mic)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily