Minggu, Juli 3, 2022
BerandaLifestyleTechnoBamsoet dan Sandiaga Uno Sepakat Usulkan Atur Industri Modifikasi Otomotif dalam Peraturan...

Bamsoet dan Sandiaga Uno Sepakat Usulkan Atur Industri Modifikasi Otomotif dalam Peraturan Pemerintah

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sepakat menjadikan industri modifikasi otomotif, baik dalam bentuk kit car/replika hingga restorasi.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hal tersebut, menurutnya sebagai bagian dalam memperkuat tulang punggung perekonomian nasional. Khususnya dari sektor ekonomi kreatif. Kemenparekraf akan memasukan sektor modifikasi otomotif dalam peraturan pemerintah yang sedang disusun sebagai turunan dari UU No.24/2019 tentang Ekonomi Kreatif. Sehingga industri modifikasi otomotif memiliki payung hukum. 

“Amerika, Australia, Inggris dan berbagai negara dunia lainnya sudah memiliki peraturan untuk melegalkan kendaraan hasil modifikasi. Indonesia harus menuju kesana. Selain melalui Kemenparekraf, IMI bersama Kementerian Perhubungan juga akan menyusun prosedur legalitas kendaraan modifikasi. Agar para modifikator memiliki acuan yang jelas dalam memodifikasi kendaraan. Sehingga bisa legal digunakan di jalan raya. Dengan melegalkan kendaraan modifikasi, Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam industri modifikasi di Asia Tenggara, Asia, dan bahkan dunia,” ujar Politisi yang akrab disapa Bamsoet saat mengunjungi Tuksedo Studio Bali bersama Sandiaga Uno dan Pimpinan KADIN Indonesia, di Bali, Jumat (24/9/2021). 

Dijelaskan, prosedur legalitas kendaraan modifikasi yang disusun IMI bersama Kementerian Perhubungan tersebut juga akan mengatur siapa saja pihak yang bisa mengurus legalitas kendaraan modifikasi. Misalnya, anggota IMI yang mengganti mesin kendaraannya, anggota IMI yang kendaraannya memiliki masalah pada nomor rangka berkarat/keropos, serta anggota IMI yang membuat kendaraan replika. 

Tidak Lepas dari Dukungan Menteri Perhubungan

Ia Juga Menambahkan, Penyusunan prosedur ini tidak lepas dari dukungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yang dalam pertemuan dengan pengurus IMI Pusat pada 7 Maret 2021, menyatakan turut mendukung perkembangan industri modifikasi otomotif. Dengan catatan bukan untuk diproduksi secara massal, melainkan terbatas untuk hobi/kolektor item.

” Sekaligus tindak lanjut dari langkah Presiden Joko Widodo yang telah memasukan industri modifikasi otomotif dalam turunan lima sektor bidang manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan dalam mempersiapkan Indonesia memasuki era Revolusi Industri 4.0,” jelas Bamsoet. 

Lebih lanjut dikatakan, dengan adanya peraturan legalitas yang jelas, hasil karya seniman otomotif Indonesia tidak akan sia-sia. Kehebatan anak bangsa memproduksi kendaraan modifikasi tidak perlu diragukan. Seperti ditunjukan Tuksedo Studio Bali, tempat para ‘seniman’ otomotif membuat kit car kendaraan klasik legendaris. 

Bamsoet pun merinci jenis mobil yang di modifikas, i seperti Porsche 356 Speedster (1957), Porsche 356 A Coupe (1955-1959). Porsche 550 Spyder (1953-1956), Mercedes Benz 300 SL Gullwing (1954 1957). Toyota 2000 GT 1968 (1967-1970), Jaguar XK 120 (1948-1954), Ferrari 250 GTO (1962-1964), hingga Maserati 450S (1956-1958). Semua bisa diproduksi oleh Tuksedo Studio Bali. Hebatnya lagi, pekerjanya pun banyak yang berstatus mahasiswa. 

Membuat Berbagai Kendaraan Klasik

“Mereka membuat berbagai kendaraan klasik tersebut dari nol. Dimulai dari tahap 3D design, rekonstruksi rangka, memasang plat aluminium, serta tidak melupakan aspek estetika dan ergonomi mobil. Keberadaan Tuksedo Studio, maupun pelaku industri modifikasi otomotif lainnya di berbagai daerah, membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia mampu meramaikan produksi mobil klasik. Tidak heran jika kelak dari industri modifikasi otomotif, kita bisa menanjak dengan memproduksi sendiri mobil nasional langsung dari tangan anak bangsa sendiri,” pungkas Bamsoet.

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati,.Owner Tuksedo Studio Bali Puji Handoko dan Lili Mardianto. Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Industri Olahraga Irawadi Hanafi. Ketua KADIN Bali I Made Ariandi, Rektor ISI Denpasar I Wayan Adnyana, dan Rektor UNUD I Nyoman Gde Antara. 

Hadir pula pengurus IMI Pusat, antara lain Wakil Ketua Umum Mobilitas Rifat Sungkar. Direktur Sosial dan Lingkungan Hidup Darma Mangkuluhur, Hubungan Antar Lembaga Junaidi Elvis dan Andry Ronaldi. Komunikasi dan Media Sosial Hasby Zamri, Komisi Sosial George Alexander, Komisi Modifikasi Djoko Iman Santoso, Komisi Wisata Roy Witjaksono dan Ketua IMI Bali I Nyoman Seniweca. (sir/aka)

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

Polisi Imbau Pemotor Tak Pakai Sandal Jepit Saat Berkendara, Kalau Pengemudi Mobil Gimana?

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Beberapa waktu lalu muncul imbauan dari polisi kepada pengendara sepeda motor agar tidak menggunakan sandal jepit saat berkendara. Alasan dilarang...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sepakat menjadikan industri modifikasi otomotif, baik dalam bentuk kit car/replika hingga restorasi.

Hal tersebut, menurutnya sebagai bagian dalam memperkuat tulang punggung perekonomian nasional. Khususnya dari sektor ekonomi kreatif. Kemenparekraf akan memasukan sektor modifikasi otomotif dalam peraturan pemerintah yang sedang disusun sebagai turunan dari UU No.24/2019 tentang Ekonomi Kreatif. Sehingga industri modifikasi otomotif memiliki payung hukum. 

"Amerika, Australia, Inggris dan berbagai negara dunia lainnya sudah memiliki peraturan untuk melegalkan kendaraan hasil modifikasi. Indonesia harus menuju kesana. Selain melalui Kemenparekraf, IMI bersama Kementerian Perhubungan juga akan menyusun prosedur legalitas kendaraan modifikasi. Agar para modifikator memiliki acuan yang jelas dalam memodifikasi kendaraan. Sehingga bisa legal digunakan di jalan raya. Dengan melegalkan kendaraan modifikasi, Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam industri modifikasi di Asia Tenggara, Asia, dan bahkan dunia," ujar Politisi yang akrab disapa Bamsoet saat mengunjungi Tuksedo Studio Bali bersama Sandiaga Uno dan Pimpinan KADIN Indonesia, di Bali, Jumat (24/9/2021). 

Dijelaskan, prosedur legalitas kendaraan modifikasi yang disusun IMI bersama Kementerian Perhubungan tersebut juga akan mengatur siapa saja pihak yang bisa mengurus legalitas kendaraan modifikasi. Misalnya, anggota IMI yang mengganti mesin kendaraannya, anggota IMI yang kendaraannya memiliki masalah pada nomor rangka berkarat/keropos, serta anggota IMI yang membuat kendaraan replika. 

Tidak Lepas dari Dukungan Menteri Perhubungan

Ia Juga Menambahkan, Penyusunan prosedur ini tidak lepas dari dukungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yang dalam pertemuan dengan pengurus IMI Pusat pada 7 Maret 2021, menyatakan turut mendukung perkembangan industri modifikasi otomotif. Dengan catatan bukan untuk diproduksi secara massal, melainkan terbatas untuk hobi/kolektor item.

" Sekaligus tindak lanjut dari langkah Presiden Joko Widodo yang telah memasukan industri modifikasi otomotif dalam turunan lima sektor bidang manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan dalam mempersiapkan Indonesia memasuki era Revolusi Industri 4.0," jelas Bamsoet. 

Lebih lanjut dikatakan, dengan adanya peraturan legalitas yang jelas, hasil karya seniman otomotif Indonesia tidak akan sia-sia. Kehebatan anak bangsa memproduksi kendaraan modifikasi tidak perlu diragukan. Seperti ditunjukan Tuksedo Studio Bali, tempat para 'seniman' otomotif membuat kit car kendaraan klasik legendaris. 

Bamsoet pun merinci jenis mobil yang di modifikas, i seperti Porsche 356 Speedster (1957), Porsche 356 A Coupe (1955-1959). Porsche 550 Spyder (1953-1956), Mercedes Benz 300 SL Gullwing (1954 1957). Toyota 2000 GT 1968 (1967-1970), Jaguar XK 120 (1948-1954), Ferrari 250 GTO (1962-1964), hingga Maserati 450S (1956-1958). Semua bisa diproduksi oleh Tuksedo Studio Bali. Hebatnya lagi, pekerjanya pun banyak yang berstatus mahasiswa. 

Membuat Berbagai Kendaraan Klasik

"Mereka membuat berbagai kendaraan klasik tersebut dari nol. Dimulai dari tahap 3D design, rekonstruksi rangka, memasang plat aluminium, serta tidak melupakan aspek estetika dan ergonomi mobil. Keberadaan Tuksedo Studio, maupun pelaku industri modifikasi otomotif lainnya di berbagai daerah, membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia mampu meramaikan produksi mobil klasik. Tidak heran jika kelak dari industri modifikasi otomotif, kita bisa menanjak dengan memproduksi sendiri mobil nasional langsung dari tangan anak bangsa sendiri," pungkas Bamsoet.

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati,.Owner Tuksedo Studio Bali Puji Handoko dan Lili Mardianto. Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Industri Olahraga Irawadi Hanafi. Ketua KADIN Bali I Made Ariandi, Rektor ISI Denpasar I Wayan Adnyana, dan Rektor UNUD I Nyoman Gde Antara. 

Hadir pula pengurus IMI Pusat, antara lain Wakil Ketua Umum Mobilitas Rifat Sungkar. Direktur Sosial dan Lingkungan Hidup Darma Mangkuluhur, Hubungan Antar Lembaga Junaidi Elvis dan Andry Ronaldi. Komunikasi dan Media Sosial Hasby Zamri, Komisi Sosial George Alexander, Komisi Modifikasi Djoko Iman Santoso, Komisi Wisata Roy Witjaksono dan Ketua IMI Bali I Nyoman Seniweca. (sir/aka)