Selasa, September 21, 2021
BerandaLifestyleSecara Psikologis, Berapa Usia Ideal Menikah?

Secara Psikologis, Berapa Usia Ideal Menikah?

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Terlalu lama menjadi bujangan atau belum juga menikah tentunya menjadi beban tersendiri di mata keluarga, saudara, maupun kerabat, walaupun sebenarnya si bujang sendiri tak mempermasalahkan hal itu.

Selain harus ada pasangan, menikah tentunya butuh kesiapan lahir dan batin agar matang dan langgeng. Lantas, berapakah usia ideal untuk siap menikah?

BACA JUGA: Sering Lakukan Hal Ini, Fix Kalian Jomblo Akut

Para pakar psikolog menegaskan bahwa untuk menikah, tentu dibutuhkan kesiapan. Baik secara fisik maupun mental dari kedua calon mempelai.

Faktanya, dewasa ini tidak sedikit pasangan kekasih yang berani memutuskan menikah di usia muda. Bahkan, ada gerakan yang justru menganjurkan untuk menikah di usia muda.

Meskipun demikian, ada pula pasangan yang justru memutuskan untuk menikah saat usianya sudah matang. Termasuk dari segi finansial.

Merujuk dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), batasan usia pernikahan yang layak adala 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun untuk pria.

Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), pernikahan dini di antara remaja usia belasan akhir hingga 20-an awal banyak terjadi atas alasan adat atau kehamilan di luar nikah. BKKBN juga melaporkan bahwa lebih dari 50 persen pernikahan dini berakhir dengan perceraian.

- Advertisement -

Sementara, berdasarkan ilmu kesehatan, lanjutnya, umur ideal yang matang secara biologis dan psikologis adalah 20-25 tahun bagi wanita, kemudian umur 25-30 tahun bagi pria. Usia tersebut dianggap masa yang paling baik untuk berumah tangga, karena sudah matang dan bisa berpikir dewasa secara rata-rata.

Dalam hal ini Psikolog Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi. M. Si mengatakan, kalau dirinya memang menganjurkan agar tidak perlu terburu-buru menikah. Apalagi jika dilakukan pada saat usia masih belasan tahun.

Menikah Muda Enak?

Pasangan yang menikah di usia muda umumnya akan lebih sulit mengatasi permasalahan rumah tangga dibandingkan pria dan wanita yang usianya sudah matang.

Seperti yang dikatakan olehnya, menikah tentu saja rawan dengan adanya konflik. Tidak hanya konflik antara suami dan istri, namun juga risiko adanya masalah di antara keluarga besar. Seperti dengan mertua atau ipar.

Psikolog yang kerap disapa Nina ini mengingatkan kalau pernikahan di Indonesia bukan hanya penyatuan antara mempelai pria dan wanita saja, tapi juga peleburan dua keluarga. Hal inilah yang rawan konflik.

“JIka menikah muda, rawan sekali emosinya belum stabil. Mudah meledak-ledak, yang akhirnya membuat pertengkaran jauh jadi lebih hebat. Cara mereka menyampaikan keluhan pun bisa berbeda dengan pasangan yang sudah lebih dewasa.Akhirnya, cara penyelesaiannya bisa lebih rumit. Belum lagi jika sudah punya anak. Semua ini perlu kematangan,” tegasnya.

Psikolog keluarga dari Klinik Universitas Indonesia ini menambahkan, selain faktor usia, ada empat hal yang perlu diperhatikan jika ingin memutuskan menikah. Apa saja?

  • Kemampuan membangun relasi suami-istri yang sehat.
  • Pengetahuan persiapan kehadiran dan pengasuh anak.
  • Pengetahuan pengelolaan keuangan yang baik.
  • Pengetahuan terkait dengan peraturan hukum seputar keluarga dan perkawinan.

Ia pun menambahkan, bahwa pasangan yang menikah di usia muda dan belum siap, memiliki potensi besar untuk bercerai. Oleh karena itulah ia mengingatkan, sebelum menikah harus mempersiapkan segala.

“Penting untuk berbicara secara terbuka sebelum menikah, bahkan tak ada salahnya untuk membuat kesepakatan bersama terkait pembagian tugas dan hal lainnya.” pungkasnya. (kal)

AnyFlip LightBox Embed Demo

popular minggu ini

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Genjot Pelatihan Inkubasi, Pemkot Mojokerto Targetkan Bentuk Ribuan Wirausahawan Baru

NUSADAILY.COM - MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan ribuan pengusaha baru bakal terlahir di tengah pandemi COVID-19. Hal itu ditegaskan Wali Kota Mojokerto, Ika...