Senin, September 20, 2021
BerandaLifestylePeopleTerdampak Pandemi Covid-19, Pemuda Asal Kota Malang Ini Dirikan Ojek Online dengan...

Terdampak Pandemi Covid-19, Pemuda Asal Kota Malang Ini Dirikan Ojek Online dengan Sistem Bayar Seikhlasnya

NUSADAILY.COM – MALANG – Banyak cara yang dilakukan masyarakat agar tetap bisa bertahan hidup di tengah masa pandemi covid-19 ini. Seperti yang dilakukan oleh dua pemuda asal Malang ini, yakni Dino Kristopacida (42) dan Okky Wahyu Sempada (31). Keduanya tak patah semangat dan berusaha bertahan mengais rezeki.

Sebab, sejak awal masa pandemi covid-19. Saat itu, Dino sempat dirumahkan lantaran kafe tempat ia bekerja harus tutup sementara. Sehingga, Dino memutar otak untuk tetap bisa bertahan hidup. Sebab, tak memungkinkan bagi dirinya untuk mencari pekerjaan lain karena umurnya sudah memasuki kepala empat. Akhirnya, ia membuka jasa sebagai kurir, dengan memanfaatkan kendaraan pribadinya, yakni sepeda motor.

“Kemudian, saya berusaha membantu teman saya itu. Dengan membuat akun Instagram dan desain menarik untuk mengisi konten. Sekalian, saya juga membantu untuk berkeliling jadi kurir juga. Akhirnya, saya beri nama Ladub Tok, ini pertama kali beroperasi pada 23 Mei 2020,” terang Okky ketika dihubungi NusaDaily.com, Selasa (20/7/2021).

Semula, saat membangun usaha, pelanggan tidak diberi banderol harga khusus saat mendapatkan jasa mereka. Ya, pelanggan membayar seikhlasnya. Namun, seiring berjalannya waktu, sejumlah pelanggan justru meminta tarif yang pasti.

“Untuk Malang Kota, tarif flat Rp 10 ribu. Sedangkan, untuk Kabupaten Malang di kisaran Rp 12 ribu sampai Rp 45 ribu tergantung wilayahnya. Harga yang kami banderol cenderung lebih murah,” kata dia.

Namun, jika memang masih ada masyarakat yang ingin menggunakan jasa mereka namun tidak memiliki cukup uang, masih tetap bisa membayar seikhlasnya.

“Boleh saja, dengan senang hati. Kami menggunakan tarif paten biar sama-sama enak. Karena, yang kasih saran ada tarif paten itu juga justru pelanggan kami sendiri,” lanjut dia.

Usaha Berkembang Punya Lima Kurir

Usaha tersebut akhirnya terus berkembang, hingga saat ini, mereka memiliki lima orang kurir, yang juga bernasib sama, yakni terdampak pandemi covid-19. Selama bekerja, kurir tersebut mendapatkan penghasilan bersih dari jasa pengiriman tersebut.

“Unit usaha kami sistemnya kolektif dan tidak dimiliki oleh perorangan. Jadi, 100 persen pendapatan untuk teman-teman kurir sendiri,” terang pria asal Sukun, Kota Malang ini.

Pernah Antar Orderan sampai Manjat Pagar dan Disaksikan Pak RT

Selama menerima orderan, Okky mengaku pernah mendapatkan orderan unik. Seperti mengantar perhiasan yang jumlahnya jutaan rupiah hingga mengantar ke kawasan Gondanglegi saat malam hari.

“Kalau yang ke Gondanglegi, saat itu malam hari dan gelap sekali. Takut dibegal. Saat itu, saya hanya bisa berdoa sepanjang jalan. Alhamdulilah, tidak terjadi apa-apa,” kata dia.

Selain itu, dirinya juga pernah mendapatkan orderan dari pelanggannya. Yakni, hanya untuk mematikan listrik.

“Saat itu, yang punya tidak ada di rumah. Kalau mau matikan listrik, saya harus lompat pagar. Akhirnya, saya minta izin pak RT dan minta diawasi, agar tidak dikira maling,” ujar dia sambil tertawa.

Okky berharap, usahanya bersama kawannya tersebut bisa terus berkembang. Sekaligus, membantu masyarakat yang membutuhkan.(nda/aka)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...