Kamis, Desember 2, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaLifestylePeopleSepi Pesta, Pengrajin Karangan Bunga Dibanjiri Pesanan Kabar Duka

Sepi Pesta, Pengrajin Karangan Bunga Dibanjiri Pesanan Kabar Duka

- Advertisment -spot_img

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM-KOTA BATU Mengirim karangan bunga papan pada momen perayaan maupun duka cita seperti menjadi tradisi yang melekat di masyarakat. Cara ini representasi entitas diri seseorang ketika berhalangan hadir untuk menunjukkan empatinya, baik pada perayaan ataupun ucapan bela sungkawa.

Bisnis karangan bunga papan sempat layu pada awal wabah melanda di pertengahan Maret 2020 lalu. Pemilik Dendro Florist, Yoyok Purnomo masih ingat betul, ketika usahanya tersudut karena himpitan ekonomi dampak pandemi.

“Saat itu, sampai menjual dua mobil milik saya dan satu mesin pencetak banner. Ya, intinya untuk menjaga biaya operasional termasuk pemenuhan gaji karyawan,” kata pemilik Dendro Florist yang berada di Jalan Raya Pandanrejo, Bumiaji, Kota Batu itu.

Pengalaman getir itu, ia rasakan hingga September 2020 lalu. Hilangnya pendapatan selama berbulan-bulan, karena tidak adanya pesta pernikahan ataupun acara-acara yang digelar instansi pemerintahan maupun sektor swasta.

Selama pandemi, pemerintah memang membatasi kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Heningnya perayaan maupun acara lainnya, tak pelak membuat omzetnya merosot hingga 50 persen. Harga untuk pembuatan karangan bunga dibanderol antara Rp 500 ribu- Rp 2 juta sesuai ukuran. “Padahal acara pernikahan, acara kantoran yang diandalkan,” tutur Yoyok.

Perlahan-lahan pendapatan mereka mulai merangkak naik sejak Oktober 2020 lalu. Dilonggarkannya aktivitas masyarakat cukup mencerahkan rona pengrajin karangan bunga.

Hingga kini, pesanan terus mengalir. Hanya saja jumlah pesanan kemeriahan suka cita terasa menyusut. Digantikan dengan kabar nestapa yang membanjiri orderannya. Ia tak menampik, derasnya pesanan karangan bunga duka cita dipengaruhi dengan lonjakan kasus kematian Covid-19 akhir-akhir ini. Tingginya permintaan itu mulai dirasakan sejak akhir Juni lalu.

“Biasanya seminggu terima pesanan karangan bunga duka cita sekitar 50-an. Sekarang meningkat bisa 20-30 persen. Ya cukup kewalahan juga, permintaannya cukup tinggi dan pesannya dadakan,” ujar dia.(wok/aka)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR