Kamis, Oktober 21, 2021
BerandaLifestylePeopleDari ‘Bagelen’, Barisan Celeng Berjuang Muncul

Dari ‘Bagelen’, Barisan Celeng Berjuang Muncul

A. Posisi Sentral Bagelen di Masa Lalu

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – PURWOREJO – Prananda Prabowo Keturunan Pejuang Bagelen di Perang Diponegoro. Tanah Bagelen berlokasi di bagian selatan Jawa Tengah.

Menurut tata negara Mataram era Sultan Agung, Tanah Bagelen terdiri atas dua bagian dalam satu kesatuan, yaitu: (a) wilayah Bagelen di sebelah barat Kali Progo hingga di timur Sungai Bogowonto, yang konon dinamai “Tumbak Anyar”. (b) wilayah barat Kali Bogowonto hingga di timur Sungai Donan (Cilacap ), yang disebut “Urut Sewu”.

Total wilayah Tumbak Anyar dan Urut Sewu itulah yang disebut “Tanah Bagelen” (Sutjipto, 1963 ).

Apabila keberadaan Bagelen dilihat pada administrasi pemerintahan sekarang, tinggal merupakan sebuah kecamatan, di antara 16 kecamatan di Kabupaten Purworejo.

Kecamatan Bagelen berbatasan langsung dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pusat kecamatannya berada di Desa Bagelen, yang berjarak sekitar 12 Km dari pusat Kabupaten Purworejo.

Wilayah Kecamatan Bagelen terbilang sempit, hanya 64 km². Kecamatan Bagelen, dan lebih luas lagi Kabupaten Purworejo, berada di wilayah “Kedu Selatan”.

Pada masa Hindia-Belanda, Kedu (penulisan lain “Kedoe” atau “Kedoo”) adalah sebuah Karesidenan, yang mencakup beberapa regent (kaboepaten), yaitu : (1) Magelang, (2) Temanggung, (3) Wonosobo, (4) Kebumen, (5) Purworejo (sebutan yang lebih awal darinya “Bagelen”), dengan pusat Karesidenan di Magelang.

Begelen pada masa Hindia-Belanda

Hal ini berlainan dengan keberadaannya pada masa lampau. Sebelum berdirinya Purworejo, Bagelen adalah pusat pemerintahan di dalam wilayah yang kemudian (pada masa Hindia- Belanda) diberi nama “Purworejo”.

Sebutan yang lebih arkais (tua) dari “Bagelen” adalah “Pagelen”, yang seringkali diberi penjelasan sebagai perubahan penyebutan dari toponimi “Medanggele”. Yang asalnya adalah dari kata “Medang Kamulan (ka-mula-an)”.

Unsur nama “Medang (Mdang)” di Masa Hindu- Buddha, tepatnya masa perajaan Mataram, dijadikan sebutan bagi “bhumi Mataram”.

Dalam sumber data epigrafis (prasasti) ketika era pemerintahan raja Balitung dan sesudahnya acap terdapat penamaan dan lokasi “i Mdang i bhumi Mataram ri Pohpitu”.

Konon, Pohpitu merupakan lokasi di mana kadatwan (pusat pemerintahan) Mataram berada, yang lokasi Pohpitu berada di Kabupaten Purworejo.

Pada era “Perang Jawa (Perang Diponegoro)” tahun 1825-1830, malahan Bagelen sempat dijadikan sebagai karesidenan, dengan pusat karesidenan berada di Purworejo, yang terdiri atas (1) Kadipaten Semawung (cikal-bakal dari “Kutoarjo”) dan (2) Kadipaten Purworejo.

Dalam perkembangannya, Kemudian (tahun 1936) Semawung beserta sebagian wilayah dari Kadipaten Urut Sewu (Ledok) digabung dengan Purworejo — sementara Urut Sewu itu sendiri menjadi Kabupaten Wonosobo.

Jelas tergambar bahwa di masa lampau Bagelen (cikal-bakal dari Purworejo) terbilang penting.

Demikian pula terdapat sejumlah tokoh asal Bagelen yang sangat disegani, seperti Sunan Geseng, yang dikenal sebagai “ulama besar” yang meng-Islam-kan wilayah di timur sungai Lukola dan pengaruhnya sampai ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan Magelang.

Dalam pembentukan Kerajaan Mataram Islam, para tokoh Bagelen adalah pasukan andalan dari Sutawijaya (Panembahan Senapati, tahun 1587-1601). Tatkala berlangsung “Perang Diponegoro”, Tanah Bagelen menjadi ajang pertempuran sebab Pangeran Diponegoro mendapat dukungan luas warga Bagelen. Di antara para tokoh di Bagelen pada masa lalu itu adalah leluhur dari Mohammad Prananda Probowo.

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Hari Ini

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya berencana memeriksa ​selebgram Rachel Vennya terkait dugaan kabur dari isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet...