Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaLifestyleKemampuan Empati dan Sosialisasi Anak Perlu Diasah

Kemampuan Empati dan Sosialisasi Anak Perlu Diasah

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kemampuan berempati dan bersosialisasi pada anak -anak perlu diasah untuk meminimalisir dampak negatif dari digitalisasi. Ungkap Psikolog Klinis Fungsional RSUP Dr. Sardjito, DR. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

​“Hal yang paling sederhana keterampilan orang untuk bersosialisasi bisa menjadi berkurang. Kalau ini (terjadi) sejak kecil, dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan empati dan sosialisasi,” ujarnya dalam webinar dikutip Jumat.

BACA JUGA: Mengenal Manfaat Bermain untuk Tumbuh Kembang Anak

Terlebih, digitalisasi di masa pandemi menjadikan pertemuan tatap muka sebagai sesuatu kelaziman. Banyak orang menjadi lebih nyaman dengan situasi yang serba bisa digital dan tidak mengharuskan bertemu secara langsung dengan orang lain, tambah Gamayanti.

Manurut Gamayanti, banyak anak-anak yang mengalami berbagai keluhan akibat perubahan proses pembelajaran menjadi daring. Hal tersebut juga ditemukan oleh Satgas IPK Indonesia untuk penanggulangan COVID-19.

BACA JUGA: Lima Kegiatan Untuk Merayakan Hari Anak Nasional di Rumah

​​“Banyak anak yang cemas, harus menyesuaikan diri, terlebih untuk anak-anak berkebutuhan khusus, mereka sulit sekali untuk menyesuaikan diri dengan sistem belajar online,” tutunya.

Sebagai psikolog klinis, pihaknya mengatakan telah sejumlah upaya untuk menjawab permasalahan tersebut. Seperti melakukan konseling melalui orang tua dan guru serta melakukan terapi secara langsung pada anak-anak, baik secara daring maupun luring.

BACA JUGA: Empat Hal Dasar yang Harus Dilakukan Orang Tua Agar Anak Tetap Ceria

“Walaupun (saat ini) kita terpaksa online, tetapi kita bisa mengajak beberapa remaja untuk berdiskusi bersama kemudian dipandu sehingga mereka juga bisa menceritakan pengalamannya dan bermain bersama secara daring,” katanya.

Meski demikian, ia juga mendorong agar anak-anak ini dapat melakukan aktivitas-aktivitas luar ruangan yang lebih banyak dengan mengikuti protokol kesehatan sehingga proses tumbuh-kembang anak tidak terganggu.

“Bagaimana pun juga keterampilan untuk bersosialisasi secara langsung ini juga menjadi lebih penting dan akan berkembang menjadi lebih banyak ketika kita bertemu langsung. Empati juga lebih terasah,” ujar Gamayanti.

BACA JUGA: Lima Aspek Penting dalam Memilih Permainan Anak

Psikolog Klinis dan Forensik Dra. Adityana Kasandravati Putranto mengatakan situasi pandemi memang telah menghadang aktivitas tatap muka dan mengharuskan anak-anak berinteraksi melalui gadget, ditambah hanya berdiam diri di dalam rumah.

Meski demikian, katanya, orang tua juga dapat mendorong anak-anak untuk melakukan permainan yang bersifat sportivitas. Seperti olahraga, atau permainan serta budaya lokal yang mengandung nilai-nilai sosial sehingga kemampuan berempati dan bersosialisasinya dapat terasah.

“Anak-anak bisa mengembangkan kemampuan empati itu juga bergantung apa yang dia lihat sepanjang masa kehidupannya,” tutur psikolog lulusan Fakultas Psikologi UI itu.(mic)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR