Kamis, Oktober 21, 2021
BerandaLifestyleHealthSmartphone Jadi Salah Satu Ikon Gaya Hidup

Smartphone Jadi Salah Satu Ikon Gaya Hidup

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Penggunaan ponsel pintar atau smartphone di Indonesia kini tak lagi sekadar alat komunikasi, tapi juga sebagai alat bantu kegiatan sehari-hari bahkan menjadi salah satu ikon gaya hidup bagi segelintir orang.

“Bagi segelintir masyarakat, smartphone digunakan sebagai salah satu ikon gaya hidup dan menjadikannya sebagai media hiburan sekaligus menyalurkan hobi,” kata psikolog dari Universitas Indonesia A. Kasandra Putranto dikutip dari Antara, Sabtu.

BACA JUGA: Pemerintah-Pengusaha Perikanan Perlu Ambil Momentum Gaya Hidup Sehat

Menurut Kasandra, hal itu juga menjadi alasan sebagian besar orang Indonesia lebih menyukai bermain media sosial, game, dan berbelanja online daripada belajar dan berbisnis melalui smartphone.

“Layar smartphone juga berukuran kecil dan biasanya memiliki penyimpanan yang terbatas, sehingga itulah mengapa penggunanya fokus pada fitur rekreasional dan personal,” tambahnya.

BACA JUGA: Olah Raga Jadi Gaya Hidup di Era Pandemi, Perwosi Gelontor Vitamin

Dampak Psikologis

Disamping memiliki ragam dalam kehidupan sehari-hari, kata Kasandra, penggunaan smartphone yang telah menjadi salah satu ikon gaya hidup itu juga tentunya dibarengi dengan dampak negatif terhadap psikologis penggunanya.

Dalam jangka pendek, pengguna dapat merasakan mata yang lelah dan sulit fokus pada tugas-tugas penting. Sedangkan jangka panjangnya dapat membuat pengguna mengalami perasaan terisolasi, narsisme, dan kecemasan.

BACA JUGA: Gaya Hidup dan Pola Makan Tak Sehat Jadi Pemicu Utama Kanker

“Bahkan bisa juga berkontribusi pada kondisi kesehatan yang lebih serius seperti depresi dan adiksi,” tambahnya.

Oleh karena itu, Kasandra mengingatkan masyarakat agar tetap menggunakan perangkat dan teknologi digital secara sehat dan bermanfaat.

BACA JUGA: Mengenal Gaya Hidup Frugal, Bukan Pelit tapi Hemat

“Salah satunya adalah merefleksikan diri atas kebiasaan kurang bermanfaat dalam menggunakan perangkat dan teknologi digital yang dimiliki, kemudian gunakan teknik mengganti kebiasaan tersebut dengan kebiasaan baru yang bertentangan,” kata Kasandra.

Kasandra juga mengatakan, pengguna smartphone perlu mematikan notifikasi media sosial dan menggantinya dengan notifikasi untuk bermeditasi, mendengarkan buku audio, memainkan game pelatihan otak, dan aktivitas pengembangan diri yang bisa dilakukan melalui smartphone.

“Seiring waktu, perangkat dan teknologi digital yang kita gunakan akan mulai memicu impuls diri untuk fokus kepada kegiatan yang produktif dan baik dalam pengembangan diri,” tandasnya.(mic)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Hari Ini

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya berencana memeriksa ​selebgram Rachel Vennya terkait dugaan kabur dari isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet...