Senin, Agustus 15, 2022
BerandaLifestyleHealthInilah Bedanya Beser dan Mengompol

Inilah Bedanya Beser dan Mengompol

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Prof. Dr. dr. Siti Setiati, Sp.PD, KGer, M.Epid dari Divisi Geriati Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM mengatakan, beser dan mengompol termasuk dua masalah yang bisa dialami siapa saja mulai dari anak-anak hingga lansia.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Beser (overactive bladder atau OAB) merupakan gangguan fungsi berkemih atau gangguan penyimpanan urin di kandung kemih yang ditandai keinginan berkemih tak tertahankan, tiba-tiba dan diikuti berkemih berkali-kali. Dari sisi frekuensi berkemih, mereka yang beser bisa buang air kecil 8 kali atau lebih dalam 24 jam. Padahal, orang normal biasanya 4-5 jam sekali atau maksimal 6 kali dalam sehari.

BACA JUGA: Risiko Kanker & Komplikasi pada Kehamilan Perokok Perempuan

Sementara mengompol (inkontinensia) yakni kondisi ketika seseorang tidak dapat menahan atau mengendalikan keluarnya urin dan ini umumnya kelanjutan dari OAB.

“Masalah besar dan ngompol bukan pada lansia saja, lintas umur. Beser itu belum sampai mengompol, kalau mengompol kelanjutan beser,” ujar Prof. Siti dalam sebuah edukasi media secara virtual, dikutip dari Antara, Kamis.

BACA JUGA: Pakar: Alergi Bisa Dicegah Sejak Kehamilan

Menurut Prof. Siti, baik beser maupun mengompol tak bisa dianggap masalah biasa karena dapat menurunkan kualitas hidup, yang dimulai dari gangguan tidur akibat sering terbangun di malam hari untuk berkemih, sulit beraktivitas, khawatir tak bisa menemukan kamar mandi bila ingin berpergian dan lainnya.

BACA JUGA: Cegah Mengompol Usai Melahirkan Sejak Masa Kehamilan

Pada mereka, terutama lansia, sering buang air kecil dan terburu-buru karena tidak bisa menahannya bisa meningkatkan risiko jatuh. Di sisi lain, popok atau pembalut dianggap bukan solusi karena bisa menyebabkan masalah baru yakni ruam-ruam hingga lecet pada bokong.

Beberapa penyebab mengompol dan beser dapat diperbaiki tanpa obat-obatan, sehingga pasien tidak perlu terlalu terburu-buru meminum obat. Tenaga medis pasti akan melakukan pengkajian yang lebih menyeluruh terlebih dahulu sebelum memberikan obat.

Sebelum obat, mengatasi kedua masalah ini bisa melalui sejumlah cara antara lain: pembatasan asupan minum, tidak minum 2 jam sebelum tidur, mengurangi konsumsi kafein, alkohol, minuman bersoda, minuman manis, berhenti merokok, menurunkan berat badan bila sebelumnya mengalami kelebihan bobot, bladder retaining. Latihan misalnya yang berfokus pada otot dasar panggul juga bisa dilakukan.(mic)

BERITA KHUSUS

Gebyar Merah Putih, Pemkot Malang Pasang Belasan Ribu Bendera

NUSADAILY.COM – KOTA MALANG – Apel pagi jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kental dengan nuansa kebangsaan, Senin (15/8/2022). Pasalnya, pada momen tersebut turut dilangsungkan...

BERITA TERBARU

Diduga Sopir Mabuk, Truk Boks Hantam Empat Rumah di Gresik

NUSADAILY.COM – GRESIK – Sebuah truk membuatWarga Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik, kaget, Senin (15/8/2022) pukul 00.15 WIB. Baca Juga: Pengemudi Diduga Mabuk, Mobil Masuk...