Jumat, Mei 27, 2022
BerandaFoodEfek Samping Makan Makanan Terlalu Pedas seperti "One Chip Challenge"

Efek Samping Makan Makanan Terlalu Pedas seperti “One Chip Challenge”

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Tiga pelajar SMA di AS dilarikan ke UGD setelah mengikuti “One Chip Challenge”, tantangan yang mengajak orang untuk makan keripik yang terbuat dari cabai terpedas di dunia.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Para penantang harus bertahan dari pedasnya cabai Carolina Reaper dan Scorpion tanpa minum. 

BACA JUGA: Ikuti “One Chip Challenge”, 3 Pelajar AS Dilarikan ke UGD

“One Chip Challenge” tentu bukan tantangan biasa mengingat rasa pedas keripik berasal dari cabai yang memiliki predikat sebagai cabai terpedas di dunia. Menurut ahli, dua cabai tersebut 400 kali lebih pedas dan panas dari cabai jalapeno.

Prof Ari Fahrial Syam, ahli gastroenterologi hepatologi, mengatakan rasa pedas cabai berasal dari komponen capsaicin.

BACA JUGA: Ayam Goreng Dibalut Saus Samyang, Pedasnya Bikin Nagih

“Kalau jumlahnya sedikit, tidak masalah, itu bagus [membawa manfaat], kalau berlebihan bisa menimbulkan iritasi saluran pencernaan,” kata Ari pada CNNIndonesia.com, Senin (24/1).

Efek paling cepat dan bisa dirasakan konsumen cabai adalah sensasi panas atau seperti terbakar di rongga mulut maupun saluran pencernaan termasuk kerongkongan dan lambung.

BACA JUGA: Perjalanan Cinta Ayu Ting Ting, Sepedas Sepanas Sambalado

Saat konsumsinya berlebihan, sensasi seperti terbakar ini bisa bersifat iritatif atau mampu mengiritasi rongga mulut, kerongkongan dan lambung sehingga timbul rasa perih. Bahkan saat sampai usus, ini akan merangsang buang air besar

Kemudian saat kasusnya sampai membuat konsumen masuk UGD, biasanya sudah pada tahap rasa sakit luar biasa di area ulu hati.

BACA JUGA: Resep Asinan Serut, Asam Pedasnya Bikin Ketagihan

“Ini belum lagi kalau pedasnya ada tambahan komponen lainnya, zat kimia biar tambah pedas. Lalu asam lambung bisa naik saat stres meningkat,” imbuhnya.

Meski harus berhadapan dengan rasa pedas, seringkali orang tidak ‘kapok’ mengonsumsi cabai. Bahkan ada beberapa orang yang tidak bisa makan jika tidak ada cabai. Ari berkata sebenarnya konsumsi cabai yang tidak berlebihan tidak akan menimbulkan persoalan.

BACA JUGA: Terkenal akan Kuliner Pedas, Banyuwangi Habiskan 3.000.000 Kg Cabai Rawit dalam Setahun

Cabai termasuk dalam keluarga sayur-sayuran. Konsumsi cabai akan memberikan asupan serat, vitamin C, antioksidan serta mampu meningkatkan nafsu makan.

Akan tetapi kebiasaan konsumsi cabai dalam jumlah besar bisa memicu masalah di saluran pencernaan seperti lambung menjadi sensitif, sakit maag, irritable bowel syndrome yang kadang membuat orang mudah diare.

Pertolongan Pertama

Ari menyarankan untuk meminum air putih karena bisa membantu meredakan sensasi panas dan mengencerkan asam lambung. Namun susu lebih disarankan sebab mampu menenangkan lambung lebih cepat.

“Bisa juga memberikan lapisan pada lambung dengan obat-obatan misal antasida, sukralfat,” katanya.(mic)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Asyik Main Air Banjir, Bocah di Gresik Digigit Ular

NUSADAILY.COM – GRESIK  -  Ini peringatan bagi para orang tua agar menjaga anaknya saat bermain air. Karena ada kejadian saat sedang asyik bermain air...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily