Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaLifestyleEntertainmentLily Allen Sebut Debut di Teater Lebih Tegang Ketimbang "Manggung"

Lily Allen Sebut Debut di Teater Lebih Tegang Ketimbang “Manggung”

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Meskipun sudah berpengalaman tampil di hadapan puluhan ribu orang, penyanyi-penulis lagu Inggris Lily Allen mengaku pengalamannya tampil di panggung West End London “lebih menegangkan”.

Penyanyi yang tenar pada akhir 2000-an ini debut di teater dalam pentas “2:22 – A Ghost Story”, thriller supernatural di Noel Coward Theatre.

BACA JUGA: “Becoming Led Zeppelin” Akan Tayang di Festival Film Venesia

“Saya tahu orang bilang, ‘Kan kamu sudah pernah tampil di panggung’, tapi ini pengalaman yang sangat berbeda,” kata Lily Allen kepada Reuters dikutip dari Antara.

Dia telah berlatih selama lima pekan untuk peran tersebut.

BACA JUGA: Anggun Pramudita Rilis JOOX Original Dangdut “Tumbak Cucukan”

“Saya jelas merasakan tekanan yang besar.”

Penyanyi 36 tahun yang sedang menyesuaikan diri dengan kehidupan baru di New York bersama keluarganya mengaku tidak punya ambisi berakting ketika tiba-tiba mendapat tawaran tampil di teater.

“Saya tidak punya agen, saya tidak mencari proyek baru… Dan saya tiba-tiba dapat telepon dari direktur kasting yang berkata ‘maukah kamu ikut pementasan?’ Dan saya pikir ‘Yah, sebenarnya tidak terlalu’. Tapi lalu saya memikirkannya. Saya kira itu kesempatan besar,” tutur Allen yang menikah dengan aktor “Stranger Things” David Harbour pada 2020 dan telah memiliki dua anak dari hubungan sebelumnya.

BACA JUGA: Svmmerdose Tampil Dalam Mola Chill Fridays

Di pentas itu, dia berperan sebagai Jenny, perempuan muda yang percaya rumah barunya berhantu. Keyakinannya menciptakan ketegangan dalam hubungannya dengan sang suami yang rasional, Sam (Hadley Fraser). Pementasan itu juga dibintangi Julia Chan dan Jake Wood.

Penulis Danny Robins yang juga debut di West End lewat pementasan ini mengatakan kisah itu diinspirasi dari pengalaman temannya.

“Kau tahu, ada alasan kenapa kita percaya hantu sejak masa prasejarah,” kata dia. “Kematian adalah hal yang menyeramkan, gagasan bahwa kita tidak ada lagi. Jadi kita butuh hantu dalam hidup kita.”

Pementasan itu dibuka untuk umum pada 12 Agustus hingga 16 Oktober.(mic)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Gerakan Gempur Rokok Ilegal yang Digalakkan Bea Cukai Sasar Desa Olean

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Gerakan gempur rokok ilegal (GGRI) yang digalakkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Situbondo Bea Cukai Jember serta Kejari menyasar...