Senin, Agustus 15, 2022
BerandaLifestyleEntertainmentFilm Dokumenter Punya Kekuatan Besar dalam Sampaikan Pesan

Film Dokumenter Punya Kekuatan Besar dalam Sampaikan Pesan

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Para pembuat film “The Flame” atau judul Bahasa Indonesia “Bara” mengatakan film dokumenter memiliki kekuatan yang besar dalam menyampaikan sebuah topik dan pesan lebih luas, terutama soal isu lingkungan hidup.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Menurut saya, film adalah medium yang paling kuat untuk membangun rasa, empati dan pengertian antara satu sama lain. Menurut saya, memang as a filmmaker penting banget untuk angkat tema-tema seperti ini (isu lingkungan),” kata produser Gita Fara saat ditemui di Jakarta, dikutip Sabtu.

BACA JUGA: “Encanto” Jadi Film Keluarga Teratas di Era COVID-19

“Penting dan kuat sekali (bagi film) untuk membangun urgensi dan kepedulian orang-orang tentang climate crisis dan ketidakseimbangan yang tengah terjadi di bumi. Saya kira kita ada tanggung jawab untuk menyuarakan itu,” ujarnya melanjutkan.

Menambahkan, sutradara Arfan Sabran mengatakan, penting baginya sebagai sineas untuk mampu menceritakan isu yang besar dengan gaya penceritaan yang personal. Baik bagi pembuat maupun penonton filmnya.

BACA JUGA: Luna Maya Bakal Dinobatkan Sebagai Deretan Artis Tajir Tanah Air

“Dalam konteks produksi, adalah bagaimana kita bisa menceritakan secara personal saat mengangkat isu yang besar seperti ini. Bagaimana proses kreatif ini bisa menceritakan sesuatu yang begitu besar tapi juga terasa personal,” ujar Arfan.

Lebih lanjut, pria yang juga menyutradarai film dokumenter “Silent Blues of The Ocean” (2016) itu mengatakan, film dokumenter yang personal adalah bahasa penceritaan yang paling universal. Diharapkan bisa menjangkau banyak orang di dunia.

BACA JUGA: Rio Dewanto dan Adinia Wirasti Bintangi Film “Kamu Tidak Sendiri”

“Salah satu tugas saya adalah mengenalkan juga bagaimana film dokumenter itu sudah sangat berkembang. Ada creative documentary, hingga dokumenter yang dibawakan dalam format animasi,” kata Arfan.

“Bagaimana medium ini sangat powerful untuk bisa menyampaikan isu dan pesan yang ingin kita sampaikan,” tambahnya.

Sementara itu, “The Flame” mengisahkan sosok Iber Djamal. Ia telah berjuang melawan deforestasi skala besar di sekitar desanya di hutan di Kalimantan selama beberapa dekade.

BACA JUGA: Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, Tayang 2 Desember

Namun, pada usia 77 tahun, dan meskipun pengabdian yang tak tergoyahkan, perjuangan menjadi semakin ilusif dalam menghadapi rakus monster agribisnis.

Film ini terpilih menjadi Official Selection Visions du Reel, DMZ Docs 2021, BIFED 2021, dan nomine untuk kategori Film Fitur Dokumenter Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2021.

“The Flame” juga akan diputar di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-16 bulan ini, dan akan ditayangkan pula di bioskop Indonesia, mulai 29 November.(mic)

BERITA KHUSUS

Gebyar Merah Putih, Pemkot Malang Pasang Belasan Ribu Bendera

NUSADAILY.COM – KOTA MALANG – Apel pagi jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kental dengan nuansa kebangsaan, Senin (15/8/2022). Pasalnya, pada momen tersebut turut dilangsungkan...

BERITA TERBARU

Ini Pemilik Plat Merah yang Ikut Antre Solar di SPBU Magetan

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Setelah ramai mobil dinas plat merah ikutan antre solar di salah satu SPBU Kabupaten Magetan, Jumat (12/8/2022) lalu. Baca Juga:...