Senin, September 26, 2022
BerandaFoodViral Makan Natto di Media Sosial, Bagaimana Sih Cara Memakannya?

Viral Makan Natto di Media Sosial, Bagaimana Sih Cara Memakannya?

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Makan natto jadi tren baru di media sosial, terutama di Tiktok. Tidak sedikit artis media sosial yang mencoba makanan tradisional asal Jepang itu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Beberapa di antara mereka tampak menikmatinya. Tapi tidak sedikit juga yang menunjukkan ketidaksukaannya, hingga memuntahkan kembali natto yang sudah dimakan.

BACA JUGA : Unik! Es Krim Mewah Asal China Tak Bisa Meleleh Saat Dibakar, Harganya Bikin Melongo

Apa itu natto?

Natto merupakan makanan tradisional asal Jepang yang terbuat dari kedelai. Kedelai itu difermentasi menggunakan bakteri yang disebut bacillus subtilis.

Melansir berbagai sumber, natto telah ada sejak abad ke-10 SM dan pertengahan abad ke-3 M. Diyakini natto mulai dijual sebagai produk pada periode Edo (1603 – 1868), hingga akhirnya menjadi standar sarapan Jepang.

Di Jepang, natto terkenal sebagai salah satu makanan enak dan sehat. Natto juga diyakini mengandung banyak vitamin K, protein kedelai, dan serat makanan.

Tapi karena natto merupakan makanan fermentasi, dia mengeluarkan bau khas yang berasal dari bakteri, dan tentu saja membuat sebagian orang tidak menyukai makanan ini.

BACA JUGA : Khawatir Perut Buncit? Ini Waktu yang Pas untuk Makan Sehari-hari

Bagaimana rasa natto?

Natto memiliki rasa seperti makanan fermentasi lainnya, namun lebih ringan. Natto juga memiliki rasa sedikit pahit. Tapi bukan rasanya yang membuat sebagian orang tidak bisa makan natto, melainkan aroma dari makanan ini.

Natto memiliki bau yang cukup tajam. Mirip dengan kaus kaki tua atau bau keju. Bakteri yang menghasilkan bau ini, mirip dengan yang digunakan untuk membuat banyak keju berbau.

Jika tidak tahan dengan aroma keju munster atau bleu maka hidangan Jepang ini akan menimbulkan masalah bagi Anda.

BACA JUGA : Resep Cimol Isi Keju Kenyal Anti Meledak

Tekstur natto yang lengket juga bisa membuat sebagian orang bergidik saat hendak memakannya. Natto memiliki tekstur lengket dan sedikit berlendir.

Cara makan natto

Orang Jepang biasanya makan natto untuk sarapan atau makan siang, Secara tradisional disajikan dengan nasi panas, sayuran, daun bawang, dan bumbu seperti mustard karashi atau kecap (tare).

Jika Anda membeli paket di Jepang, itu akan mencakup beberapa bumbu tambahan, seperti paket sushi. Ini mungkin termasuk jahe, wasabi, atau saus.

Seperti banyak hidangan tradisional lainnya, natto juga bervariasi tergantung di bagian Jepang mana Anda berada. Di Fukushima, mereka makan natto dengan acar kubis untuk menambah rasa pahit dalam makanan. Penduduk lokal di Hokkaido menambahkan gula ke natto saat hendak disantap.(lal)

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

Ledakan Bahan Mercon di Asrama Brimob Sukoharjo, Begini Kondisi Terkini TKP

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Ledakan bahan mercon terjadi di kawasan asrama polisi kawasan Markas Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor, Telukan, Grogol, Sukoharjo, tadi...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Makan natto jadi tren baru di media sosial, terutama di Tiktok. Tidak sedikit artis media sosial yang mencoba makanan tradisional asal Jepang itu.

Beberapa di antara mereka tampak menikmatinya. Tapi tidak sedikit juga yang menunjukkan ketidaksukaannya, hingga memuntahkan kembali natto yang sudah dimakan.

BACA JUGA : Unik! Es Krim Mewah Asal China Tak Bisa Meleleh Saat Dibakar, Harganya Bikin Melongo

Apa itu natto?

Natto merupakan makanan tradisional asal Jepang yang terbuat dari kedelai. Kedelai itu difermentasi menggunakan bakteri yang disebut bacillus subtilis.

Melansir berbagai sumber, natto telah ada sejak abad ke-10 SM dan pertengahan abad ke-3 M. Diyakini natto mulai dijual sebagai produk pada periode Edo (1603 - 1868), hingga akhirnya menjadi standar sarapan Jepang.

Di Jepang, natto terkenal sebagai salah satu makanan enak dan sehat. Natto juga diyakini mengandung banyak vitamin K, protein kedelai, dan serat makanan.

Tapi karena natto merupakan makanan fermentasi, dia mengeluarkan bau khas yang berasal dari bakteri, dan tentu saja membuat sebagian orang tidak menyukai makanan ini.

BACA JUGA : Khawatir Perut Buncit? Ini Waktu yang Pas untuk Makan Sehari-hari

Bagaimana rasa natto?

Natto memiliki rasa seperti makanan fermentasi lainnya, namun lebih ringan. Natto juga memiliki rasa sedikit pahit. Tapi bukan rasanya yang membuat sebagian orang tidak bisa makan natto, melainkan aroma dari makanan ini.

Natto memiliki bau yang cukup tajam. Mirip dengan kaus kaki tua atau bau keju. Bakteri yang menghasilkan bau ini, mirip dengan yang digunakan untuk membuat banyak keju berbau.

Jika tidak tahan dengan aroma keju munster atau bleu maka hidangan Jepang ini akan menimbulkan masalah bagi Anda.

BACA JUGA : Resep Cimol Isi Keju Kenyal Anti Meledak

Tekstur natto yang lengket juga bisa membuat sebagian orang bergidik saat hendak memakannya. Natto memiliki tekstur lengket dan sedikit berlendir.

Cara makan natto

Orang Jepang biasanya makan natto untuk sarapan atau makan siang, Secara tradisional disajikan dengan nasi panas, sayuran, daun bawang, dan bumbu seperti mustard karashi atau kecap (tare).

Jika Anda membeli paket di Jepang, itu akan mencakup beberapa bumbu tambahan, seperti paket sushi. Ini mungkin termasuk jahe, wasabi, atau saus.

Seperti banyak hidangan tradisional lainnya, natto juga bervariasi tergantung di bagian Jepang mana Anda berada. Di Fukushima, mereka makan natto dengan acar kubis untuk menambah rasa pahit dalam makanan. Penduduk lokal di Hokkaido menambahkan gula ke natto saat hendak disantap.(lal)