Latar Belakang Istri Perdana Menteri Menonjol, Media Inggris: Khawatir Tak Dapat Memahami Penderitaan Rakyat

Ketika Sunak terpilih sebagai Perdana Menteri Inggris, istrinya Akshata Murthy dan anggota keluarganya yang berasal dari latar belakang terkemuka mendapat perhatian media. Latar belakang Akshata membuat media Inggris khawatir apakah perdana menteri dan istrinya dapat memahami “penderitaan rakyat”.

NUSADAILY.COM - LONDON - Ketika Sunak terpilih sebagai Perdana Menteri Inggris, istrinya Akshata Murthy dan anggota keluarganya yang berasal dari latar belakang terkemuka mendapat perhatian media. Latar belakang Akshata membuat media Inggris khawatir apakah perdana menteri dan istrinya dapat memahami “penderitaan rakyat”.

Seorang “gadis kaya” asli India

Akshata Murthy lahir di Hubli, Karnataa, India pada tahun 1980. Pada saat dilahirkan, ayah Alshata masih dalam tahap merintis usaha. Menurut laporan BBC, pada masa itu, keluarga Murthy tidak mampu membeli telepon rumah.

Akshata dipercayakan kepada kakek dan neneknya ketika dia baru berusia beberapa bulan, dan keluarga Murthy pergi ke Mumbai untuk berkonsentrasi memulai perusahaan.

BACA JUGA: China Terbitkan Peraturan Guna Dorong Pengembangan Bisnis...

Kondisi ekonomi keluarganya berangsur-angsur membaik. Saat tumbuh dewasa, keluarga Murthy medisiplinkannya dengan sangat ketat. Setelah SMA, Akshata pergi ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studinya di School of Fashion Design and Merchandising dan Stanford University.

Pasangan dengan kepribadian berbeda

Sunak pernah menyebutkan bahwa keduanya memiliki kepribadian yang sangat berebda, dia merupakan orang yang terorganisir dengan baik, sedangkan Akshata “tidak pandang bulu” dan sering melempar pakaian dan sepatu ke seluruh rumah.

Namun perbedaan kepribadian tidak menghentikan keduanya untuk saling jatuh cinta. Pada tahun 2009, mereka menikah di Bangalore, India. Setelah menikah, pasangan itu dikaruniai dua anak perempuan.

Kewirausahaan menghadapi kemunduran, kekayaan jadi kontroversial

BACA JUGA: Abaikan Peringatan Rusia, Sekjen NATO Bakal Adakan Latihan Pencegahan Nuklir Rutin Tahunan

Meski lahir di keluarga kaya, namun pengalaman kerja Akshata juga kaya. Pada tahun 2007 ia bergabung dengan perusahaan cleantech Belanda sebagai Direktur Pemasaran. Dua tahun kemudian dia memilih untuk memulai bisnisnya sendiri dengan membuka perusahaan fashion.

Namun bisnisnya tidak bertahan lama, perusahaan tutup setelah 3 tahun. Namun kegagalan tersebut tidak mempengaruhi kekayaan besar Akshata.

Namun, latar belakang Akshata yang kaya juga menariknya ke dalam kontroversi. Belum lama ini, keluarga Akshata habiskan 400.000 pound untuk membangun fasilitas kolam renang di rumah pedesaan yang dikritik oleh media karena dianggap tidak berhubungan dengan masyarakat.

Pada bulan April tahun ini, media Inggris mengatakan bahwa Akshata menggunakan status "domisili pajak non-Inggris" untuk menghindari pajak puluhan juta pound.

Untuk meredakan tekanan politik Sunak, Akshata umumkan bahwa dia akan secara sukarela membayar pajak atas penghasilannya di luar negeri sesuai dengan aturan pajak Inggris.(mdr2/lal)