KRL Rute Rangkasbitung-Tanah Abang Anjlok Tadi Pagi, Stasiun Parung Panjang-Cisauk Kembali Normal

Petugas gabungan Daop 1 Jakarta dan KAI Commuter berhasil mengevakuasi penumpang pada pukul 06.45 WIB selama 45 menit. Penumpang pun dialihkan menggunakan rangkaian kereta lain.

Feb 19, 2023 - 23:36
KRL Rute Rangkasbitung-Tanah Abang Anjlok Tadi Pagi, Stasiun Parung Panjang-Cisauk Kembali Normal
Ilustrasi KRL

NUSADAILY.COM – JAKARTA - KRL rute Rangkasbitung-Tanah Abang sempat mengalami gangguan pagi ini imbas kereta anjlok di antara Stasiun Parung Panjang-Cisauk. Setelah proses evakuasi berhasil, perjalanan kereta berangsur normal.

"Perjalanan Commuterline berangsur normal pada pukul 10.50 WIB KA pertama yang melalui jalur Parung Panjang - Cisauk adalah KA Commuterline No.2019 dengan kecepatan 20 km/jam. Pembatasan kecepatan pun terus di pantau sampai kembali normal," kata Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan tertulis, Minggu (19/2/2023).

Merujuk keterangan dalam Twitter resmi KAI Commuter, @Commuterline, per pukul 13.54 WIB perjalanan kereta antara Parung Panjang-Cisauk dapat dilalui dengan kecepatan 40 km per jam. Perbaikan KRL pun telah selesai ditangani petugas.

BACA JUGA : KRL Ubah Rute Imbas Gangguan di Wilayah Parung Panjang

Petugas gabungan Daop 1 Jakarta dan KAI Commuter berhasil mengevakuasi penumpang pada pukul 06.45 WIB selama 45 menit. Penumpang pun dialihkan menggunakan rangkaian kereta lain.

"Untuk proses evakuasi sarana dimulai pukul 08.45 dengan estimasi waktu 45 menit," jelasnya, dilansir detik.com

Pada pukul 09.24 WIB evakuasi kereta berhasil ditangani yang kemudian dilanjutkan pengecekan prasarana pada pukul 10.00 WIB. KRL anjlok itu kemudian dibawa ke Stasiun Parung Panjang dan tiba pada pukul 10.31 WIB.

"KAI Commuter memohon maaf selama proses evakuasi terdapat rekayasa pola operasi dengan potong relasi dan adanya 10 perjalanan KA Commuterline untuk meminimalkan kelambatan. KAI Commuter mengimbau kepada pengguna commuterline Untuk selalu mematuhi aturan dan arahan petugas di lapangan. Tidak memaksakan naik jika keadaan commuterline sudah padat," imbuhnya. (ros)