Korsel Panik Minta Warga di Evakuasi Usai Korut Tembak Rudal Balistik

"Korea Utara menembakkan rudal balistik yang belum teridentifikasi ke arah Laut Timur," bunyi pernyataan Kepala Staf Gabungan Militer Korsel seperti dikutip AFP.

Korsel Panik Minta Warga di Evakuasi Usai Korut Tembak Rudal Balistik

NUSADAILY.COM – SEOUL – Peringatan evakuasi menggema dari Korea Selatan (Korsel) setelah Korea Utara (Korut) dilaporkan kembali menembakkan rudal balistik yang belum teridentifikasi pada Rabu (2/11) pagi waktu setempat.

Penyiar lokal YTN menuturkan Korsel mengeluarkan peringatan serangan udara dan imbauan evakuasi bagi warga di sejumlah wilayah terutama Pulau Ulleungdo, pesisir pantai timur negaranya tak lama setelah Korut menembakkan rudal balistiknya.

Rudal balistik Korut itu dilaporkan mengarah ke Pulau Ulleungdo sebelum jatuh di Laut Timur atau Laut Jepang.

"Korea Utara menembakkan rudal balistik yang belum teridentifikasi ke arah Laut Timur," bunyi pernyataan Kepala Staf Gabungan Militer Korsel seperti dikutip AFP.

Sementara itu, Jepang menuturkan Korut menembakkan dua rudal balistik ke perairan tersebut. Satu rudal ditembakkan ke timur dan satu lagi diarahkan ke tenggara Laut Timur atau Laut Jepang.

Menteri Pertahanan Jepang menuturkan peluncuran rudal balistik Korut kali ini tidak dapat ditoleransi lagi. Tokyo menuturkan telah melayangkan protes keras melalui jalur diplomatik atas uji coba rudal hari ini.

Uji coba rudal balistik Korut ini berlangsung ketika Korsel dan AS menggelar latihan militer besar-besaran. Latihan bersama semacam itu memang kerap membuat geram Korut karena dinilai dilakukan AS-Korsel untuk bersiap menyerang negaranya.

Rezim Kim Jong Un juga telah melayangkan desakan agar AS dan Korsel menghentikan latihan militer skala besar itu dengan menyebutnya sebagai provokasi yang dapat "memicu langkah yang lebih kuat".

Korut memang semakin getol melakukan uji coba rudal tahun ini kala relasinya dengan AS kembali memburuk.

Pyongyang mengatakan serangkaian peluncuran rudal baru-baru ini merupakan tanggapan terhadap tindakan "bermusuhan" AS dan sekutu yang dinilai mengancam negaranya.(han)