Kompolnas Sebut Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres Kerap Lakukan Hal Tak Lazim

Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto menyebut satu keluarga yang tewas di Kalideres, Jakarta Barat kerap melakukan hal tak lazim, salah satunya menggunakan alas kaki plastik.

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto menyebut satu keluarga yang tewas di Kalideres, Jakarta Barat kerap melakukan hal tak lazim, salah satunya menggunakan alas kaki plastik.

Benny mengaku mendapatkan informasi tersebut berdasarkan keterangan saksi yang mengaku pernah melihat para anggota keluarga tersebut menggunakan alas kaki plastik.

"Beberapa saksi pernah melihat beberapa (korban) memakai alas kaki plastik," kata Benny kepada wartawan, Selasa (15/11).

Selain itu, beberapa hal tak biasa lainnya juga disampaikan, seperti absennya listrik dan makanan di rumah itu. Menurutnya, hal-hal tersebut bisa menjadi alasan polisi memberi ruang untuk banyak motif dalam kasus itu.

BACA JUGA : Polisi Belum Menemukan Surat Wasiat di Rumah Tewasnya Satu...

"Melihat adanya hal-hal yang tidak biasa, seperti korban menutup diri dari keluarga, menggunakan alas kaki ditutup plastik, tidak mau ada listrik dan tidak ada makanan di TKP," kata Benny.

"Maka temuan buku-buku menjadi penting untuk didalami, apakah mungkin ada kaitannya dengan peristiwa tersebut," tuturnya.

Sebelumnya, Benny telah mengungkapkan kepolisian menemukan buku berbagai macam agama di rumah yang menjadi lokasi tewasnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Ia menyebut temuan buku masih didalami penyidik dan menjadi bagian proses penyelidikan.

"Betul sekali, Kompolnas menerima informasi dr Polres Jakarta Barat bahwa di TKP ditemukan beberapa buku yang berisi ajaran beberapa agama," kata Benny saat dikonfirmasi, Selasa (15/11).

Sebelumnya, empat orang yang merupakan satu keluarga ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah, Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11).

BACA JUGA : Polisi Dalami Dugaan Satu Keluarga di Kalideres Tewas Akibat...

Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Mereka hanya menemukan fakta keempat jasad itu sudah lama tidak mendapat asuman makanan maupun minuman.

Di tengah proses penyelidikan, muncul isu bahwa keluarga itu diduga menganut paham apokaliptik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apokaliptik diartikan sesuatu yang berkaitan dengan kehancuran dunia pada akhir zaman atau kiamat.

Sedangkan menurut ensiklopedia daring Britannica, apokaliptik adalah pandangan yang berfokus pada wahyu-wahyu samar terkait akhir zaman. Apokaliptisisme juga disebut muncul dalam Zoroastrianisme.

Namun, polisi hingga kini belum bisa memberikan kesimpulan sebab proses penyelidikan masih berjalan.(lal)