Kisah Berdirinya Maskapai Lion Air, Siapa Pemiliknya?

Maskapai Lion Air sedang jadi perhatian masyarakat. Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-330 tujuan Palembang harus putar balik ke Bandara Soekarno-Hatta karena adanya gangguan mesin pada Rabu (26/10).

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Maskapai Lion Air sedang jadi perhatian masyarakat. Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-330 tujuan Palembang harus putar balik ke Bandara Soekarno-Hatta karena adanya gangguan mesin pada Rabu (26/10).

Dikutip dari detikcom, Lion Air sendiri sudah didirikan sejak tahun 1999 dengan penerbangan pertama dari Jakarta ke Pontianak pada tahun 2000. Pendirinya adalah Rusdi Kirana dan saudaranya, Kusnan Kirana.

Sebelumnya, Rusdi merintis karirnya sebagai salesman mesin ketik bermerek 'brother'. Saat itu Rusdi hanya berpenghasilan US$ 10 atau Rp 120.000 per bulannya. Sementara itu, Kusnan Kirana sempat bekerja di bidang travel sejak tahun 1981 sebelum akhirnya mendirikan Lion Air pada tahun 1999.

BACA JUGA: Lion Air Mengalami Masalah Mesin saat Terbang Mengangkut 169 Penumpang dan 6 Kru


Rusdi sempat menghebohkan dunia penerbangan internasional pada 2011 dan 2013 lalu, terutama bagi dunia penerbangan Indonesia sendiri. Lion Group telah meneken kontrak pembelian 234 pesawat Airbus senilai US$ 24 miliar yang disaksikan langsung Presiden Prancis François Hollande.

Sebelumnya, Lion Air dan Boeing telah memfinalisasi rekor pembelian 230 pesawat 737 senilai US$ 22,4 miliar di depan Presiden Barack Obama. Belanja yang fantastis ini dilakukan oleh seseorang yang dahulunya bekerja sebagai tenaga salesman mesin ketik ini.

Rusdi yang mencatatkan sejarah dengan rekor fantastis pembelian pesawat dari dua pabrikan raksasa ini tetap saja berbicara kesederhanaan. Gaya hidup sederhana dan pendidikan tetap menjadi fokus Rusdi. Bahkan ia tetap berupaya menerbangkan seluruh penumpangnya dengan kelas ekonomi.

Di kalangan dunia penerbangan Rusdi sempat 'ngamuk' ketika maskapai penerbangan Indonesia di-black list tak bisa terbang ke Eropa. Rusdi mengatakan ini tidak adil.

Berhasil di bisnisnya tidak membuat Rusdi berhenti sampai di situ saja. Rusdi Kirana resmi terjun ke dunia politik pada tahun 2014. Ia menemukan kendaraan politiknya, yaitu di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Jabatan Rusdi di PKB adalah Wakil Ketua Umum.

Pada tahun 2017, Rusdi mendapat penghargaan dari Prancis yang diberikan langsung oleh Hollande. Penghargaan Légion d'Honneur diberikan Rusdi sebagai tanda jasa karena telah menggerakkan roda ekonomi Prancis dengan melakukan pemesanan armada pesawat dengan jenis Airbus sejumlah 234 unit pada Maret 2013.

BACA JUGA: Ternyata Penumpang Mabuk-Ngamuk di Pesawat Turkish Airlines adalah Pilot Lion Air


Rusdi dan Kusnan Kirana sempat masuk ke dalam daftar orang terkaya di Indonesia pada tahun 2019 versi Forbes. Total harta kekayannya saat itu mencapai US$ 835 juta atau sekitar Rp 13 triliun (kurs Rp 15.573).

Meski saat ini Rusdi sudah tidak menjadi President Director Lion Air, namun ia tetap aktif terlibat dalam memberikan arah strategis jangka panjang Lion Group, termasuk Lion Air.(eky)