Ketua KONI Jember Kurang Enak Badan Saat Dana Porprov Diselidiki Jaksa

Sutikno, sempat berjanji akan bertemu dengan wartawan guna membuat keterangan terbuka pada Senin, 7 Nopember 2022 hari ini. Sayangnya, ia tidak melakukannya. Alih-alih memberi pernyataan, Sutikno justru tidak membalas upaya konfirmasi meski telepon selulernya dalam kondisi aktif.

Ketua KONI Jember Kurang Enak Badan Saat Dana Porprov Diselidiki Jaksa

NUSADAILY.COM  | JEMBER - Ketua KONI Jember, Sutikno belum memberi pernyataan apapun untuk menanggapi penyelidikan dugaan korupsi anggaran selama ajang Porprov Jatim 2022.

Pengusaha jasa transportasi itu merasa ada masalah dalam kebugaran tubuhnya. Namun, tanpa menyebut spesifik jenis penyakit yang bersangkutan. "Saya masih kurang enak badan," kata Sutikno melalui telepon. 

Alasan itu juga menjadi dalih yang digunakan untuk bergegas pergi dan tidak meladeni permintaan wawancara media usai kepergok menggelar rapat mendadak dengan pengurus KONI di hotel 88 pada Sabtu, 5 Nopember 2022 sore lalu.

Sutikno, sempat berjanji akan bertemu dengan wartawan guna membuat keterangan terbuka pada Senin, 7 Nopember 2022 hari ini. 

Sayangnya, ia tidak melakukannya. Alih-alih memberi pernyataan, Sutikno justru tidak membalas upaya konfirmasi meski telepon selulernya dalam kondisi aktif. 

Adapun Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember sedang mengumpulkan bahan keterangan secara masif. 

Pemeriksaan terhadap pengurus cabang olahraga (Cabor) dilakukan bergiliran sejak tiga hari lalu hingga sekarang. 

Kasi Intel Kejari Jember, Soemarno menyebut baru dua dari 36 Cabor yang datang memenuhi panggilan penyidik. 

"Sebelumnya Cabor tenis lapangan, kemudian Cabor tenis meja yang datang," ujarnya. 

Jika merujuk pada surat panggilan, pengurus Cabor diminta penyidik untuk membawa serta dokumen surat pengajuan dana pembinaan olahraga sekaligus surat pertanggung jawaban (SPJ). 

Cabor-cabor memang memperoleh kucuran dana sebagai bagian anggaran KONI yang berasal dari pemberian hibah oleh Pemkab Jember melalui APBD 2022 sebanyak Rp3 miliar. 

Fakta yang terjadi, uang yang mengalir ke Cabor-cabor bukan sekadar dari hibah. Melainkan juga ada sumber-sumber lain yang bersifat sumbangan. 

Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember, Murdiyanto untuk Cabor-cabor memang ada uang dari puluhan orang pejabat setingkat eselon II. Sebab, para pejabat didapuk selaku 'Bapak Asuh'

"Kalau Bapak Asuh mampunya beli permen, ya dibelikan permen," tuturnya membuat perumpamaan. 

Murdiyanto sendiri mengaku, pihak Dispora sendiri mengelola anggaran khusus selama ajang Porprov yang berlangsung tanggal 3 Juni sampai 3 Juli 2022 silam. 

Seperti belanja Rp1,9 miliar untuk membayar PT Imagine Promosindo yang menangani pembukaan Porprov. Serta ke CV Duta Mitra untuk beli seragam senilai Rp637 juta, dan alat pendukung Rp317 juta. Ditambah lagi souvenir Rp204 juta ke PT Tidar Jaya Perkasa. 

Bahkan, Murdiyanto menyampaikan bahwa rekening Dispora menerima kucuran dana Rp600-700 juta dari KONI Jatim. Salah satu contoh peruntukannya, yakni membeli kembang api. 

"Kan ada kembang api macem-macem itu. Kita minta bantuan calling sama KONI Jatim," ungkap Murdiyanto. 

Dispora juga menggalang dana CSR perbankan. Terkumpul sekitar Rp300 juta dari 6 bank. Oleh Murdiyanto diberikan ke panitia untuk membeli kostum penari yang tampil saat pembukaan Porprov. 

Ardi Pujo Prabowo, Anggota Komisi D DPRD Jember yang membidangi olahraga menyesali jika sampai terjadi penyimpangan anggaran. 

Legislator Partai Gerindra itu mendorong kejaksaan untuk mengusut sampai tuntas agar menyeret pelaku korupsi sampai ke pengadilan. 

"Tiap kali rapat dengan KONI maupun Dispora selalu kami mengingatkan agar hati-hati dengan dana hibah. Kejaksaan sudah membuat langkah tepat menyelidiki. Harus sampai jelas perkaranya," ucap dia. (sut/wan)