Ketika Ultah NasDem ke 11 Tanpa Ucapan Selamat dari Jokowi, Surya Paloh: Karena Alasan Kesibukan

Sementara itu, video ucapan selamat dan sambutan Jokowi mulanya dijadwalkan akan tayang pada puncak perayaan HUT NasDem hari ini pukul 15.01-15.06 WIB. Namun, hingga akhir perayaan, tidak ditampilkan video ucapan dari Jokowi.

Ketika Ultah NasDem ke 11 Tanpa Ucapan Selamat dari Jokowi, Surya Paloh: Karena Alasan Kesibukan

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan, hingga hari ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum mengucapkan selamat pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai NasDem.

Paloh menduga kemungkinan Jokowi tak mengucapkan selamat karena alasan kesibukan.

"Ah jujur saja, Pak Jokowi belum sempat mengucapkan itu," kata Paloh di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/11).

Namun, Paloh berharap Jokowi memberi ucapan selamat secara personal setelah perayaan ini.

"Ya, mudah-mudahan akan, tidak lama. Kita pahami kesibukan beliau," imbuhnya.

Sementara itu, video ucapan selamat dan sambutan Jokowi mulanya dijadwalkan akan tayang pada puncak perayaan HUT NasDem hari ini pukul 15.01-15.06 WIB. Namun, hingga akhir perayaan, tidak ditampilkan video ucapan dari Jokowi.

Paloh pun mengaku tak tahu menahu alasan Jokowi belum mengucapkan selamat kepada dirinya.

"Tanya sama Pak Jokowi, masa tanya sama NasDem. Kenapa Pak Jokowi enggak kirim video? Ini kan hari ultah NasDem. Mau dikirim video, ah itu bagus. Kalau enggak dikirim video mungkin karena kesibukan," katanya.

Jokowi memang telah dipastikan tak hadir pada puncak acara HUT ke-11 Partai NasDem hari ini.

Wakil Ketua NasDem Ahmad Ali mengatakan alasan absennya Jokowi yaitu acara kenegaraan G20 yang berlangsung di Bali.

Sementara itu, diketahui Jokowi kerap hadir di acara perayaan HUT partai politik, salah satunya Golkar dan Perindo.

Bahkan, dalam pidato sambutannya di Golkar, Jokowi memberi pesan agar Partai Golkar tidak sembrono dalam mendeklarasikan capres dan cawapres di Pilpres 2024.

Hal ini dinilai sebagai sindiran kepada NasDem yang telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024.

Tunggu Jokowi Ucapkan Pilpres 2024 Jatah Anies

Surya Paloh juga masih menunggu Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Pilpres 2024 jatah mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pernyataan itu disampaikan Paloh merespons pernyataan Jokowi yang sebelumnya menyebut Pilpres 2024 jatahnya Prabowo Subianto.

Menurut Paloh, motivasi perlu pula diberikan kepada Anies yang telah dideklarasikan NasDem.

"Kali ini diberikan motivasi kepada Pak Prabowo, kan bisa saja besok bukan Pak Prabowo. Ada Airlangga capres, memang habis itu dikasih lagi kepada siapa, mungkin Erick Thohir, atau Pak Ganjar. Kita tunggu-tunggu kapan dikasih ke Bung Anies," ucap Paloh di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/11).

Paloh menilai pernyataan Jokowi yang menyebut Pilpres 2024 jatah Prabowo merupakan diplomasi tingkat tinggi yang membesarkan hati Prabowo.

Ia memandang tidak ada yang salah dari langkah Jokowi memberikan motivasi itu.

Paloh menegaskan bahwa Jokowi memiliki kapasitas sebagai seorang kepala negara, bukan hanya kepala pemerintahan. Artinya, kepala negara adalah milik dari semua golongan dan kelompok.

"Itu posisi kepala negara. Dengan catatan yang perlu kita ketahui, Indonesia hari ini dengan pengamatan saya sebagai Ketua Umum NasDem, inflasi politisi tapi defisit negarawan. Itu yang perlu kalian tahu," tuturnya.

Sebelumnya, Jokowi menyinggung soal kans Prabowo Subianto jika menjadi calon presiden di Pilpres 2024. Dia mengungkit kembali reputasi kemenangan dirinya atas Prabowo di dua pilpres sebelumnya.

"Dua kali di pilpres juga menang. Mohon maaf, Pak Prabowo. Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," kata Jokowi di puncak Peringatan Ulang Tahun Perindo di Jakarta, Senin (7/11).(han)