Ketika Indonesia Jumpa Macan Asia Sebenarnya di Babak 3 Kualifikasi Piala Dunia

Karenanya, akan jadi yang pertama kali dalam sejarah Indonesia lolos Piala Dunia lewat jalur kualifikasi. Terlebih lagi, Timnas Indonesia menjalani tapak demi tapak dari babak pertama dalam kualifikasi kali ini.

Jun 13, 2024 - 20:01
Ketika Indonesia Jumpa Macan Asia Sebenarnya di Babak 3 Kualifikasi Piala Dunia

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Babak ketiga kualifikasi adalah gerbang utama menuju Piala Dunia 2026. Sebanyak enam tim yang terdiri dari tiga juara dan tiga runner up grup putaran ketiga akan mendapat tiket babak penyisihan turnamen terakbar empat tahunan tersebut.

Ini pertama kalinya Indonesia sangat dekat dengan Piala Dunia sejak terakhir kali mentas di pesta sepak bola sejagad sebagai Hindia Belanda. Sebab pada edisi kualifikasi sebelumnya, skuad Garuda kerap jadi bulan-bulanan tim lawan dan tersingkir di fase-fase awal.

Jika mampu lolos ke babak penyisihan Piala Dunia, ini akan jadi momen perdana pula. Sebab saat jadi peserta Piala Dunia 1938, Hindia Belanda lolos menggantikan Jepang dan Amerika Serikat yang mengundurkan diri.

Memang, semakin tinggi pohon, bertambah kencang pula angin yang meniup. Kiranya itu adalah situasi yang akan dihadapi Timnas Indonesia usai menciptakan sejarah baru setelah lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Karenanya, akan jadi yang pertama kali dalam sejarah Indonesia lolos Piala Dunia lewat jalur kualifikasi. Terlebih lagi, Timnas Indonesia menjalani tapak demi tapak dari babak pertama dalam kualifikasi kali ini.

Perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 patut diacungi jempol. Sempat terseok-seok dalam dua laga awal: kalah 1-5 dari Irak dan imbang 1-1 lawan Filipina, tapi kemudian bangkit dengan tiga kemenangan lawan Vietnam (dua kali) dan Filipina.

Indonesia sebagai satu-satunya wakil Asia Tenggara seakan jadi penegas bahwa tim Merah Putih sudah naik kelas. 'Menggendong' ASEAN seolah jadi tugas heroik tim asuhan Shin Tae Yong saat ini.

Di satu sisi, Indonesia dipastikan bakal bertemu lawan yang jauh lebih berat. Ini terlihat dari pot undian kualifikasi babak ketiga.

Terdapat enam pot yang berisi tiga kesebelasan. Nantinya 18 tim itu akan dibagi ke dalam tiga grup. Indonesia ada di Pot 6 bersama Korea Utara dan Kuwait. Sedangkan di pot lain, ada tim-tim besar yang sudah menanti.

Pot 1 berisi Jepang, Iran, dan Korea Selatan. Sudah dipastikan Indonesia akan bertemu satu dari tiga 'Macan' Asia yang sesungguhnya itu.

Kemudian di Pot 2 ada deretan tim raksasa lain yakni Australia, Qatar, dan Irak. Ada kemungkinan pula Indonesia kembali bersua Irak seperti di putaran kedua kualifikasi.

Sementara di Pot 3 tak kalah mengerikan. Sebab ada Arab Saudi, Uzbekistan, dan Yordania. Lalu di Pot 4 terdapat Uni Emirat Arab, Oman, dan Bahrain. Pot 5 pun tak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya ada China, Palestina, dan Kirgistan yang berkemungkinan akan duel dengan Timnas Indonesia.

Timnas Indonesia setidaknya akan berduel dengan tim langganan Piala Dunia yang berada di Pot 1 dan Pot 2. Sekilas, harapan untuk finis di peringkat kedua atau bahkan pertama adalah hal sulit.

Sulitnya bersaing dengan raksasa Asia sudah terlihat dari hasil pertandingan lawan Irak. Kalah 1-5 di pertemuan pertama lalu tumbang 0-2 pada laga kedua jadi buktinya. Sejauh ini, tim asuhan Shin Tae Yong belum bisa mengatasi permainan tim yang masuk Pot 3 drawing babak ketiga kualifikasi tersebut.

Ini bisa jadi gambaran kapasitas Timnas Indonesia. Tentunya, STY harus melakukan persiapan maksimal demi torehan hasil positif di putaran ketiga kualifikasi. Juru taktik asal Korea Selatan itu punya waktu kurang lebih tiga bulan untuk menyusun formula.

Hasil drawing babak ketiga kualifikasi akan diketahui pada 27 Juni mendatang. Petualangan Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026 akan berlanjut mulai September mendatang.

Durasi 90 hari ke depan agaknya cukup untuk menambah kekuatan tim. Naturalisasi pemain keturunan dapat jadi opsi praktis untuk meningkatkan kualitas. Hal tersebut sudah terbukti saat kehadiran Jay Idzes, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, dan Calvin Verdonk pada putaran kedua kualifikasi.

Timnas Indonesia berkesempatan menambah pemain naturalisasi dalam waktu dekat. Beberapa di antaranya adalah Maarten Paes di posisi kiper, gelandang Jairo Riedewald, lalu dua penyerang yakni Jens Raven dan Ole Romeny.

Maarten Paes kemungkinan jadi pemain yang paling memungkinkan membela Timnas Indonesia dalam waktu dekat karena sudah berstatus WNI. Namun proses perpindahan federasi dari Belanda (KNVB) dan Indonesia (PSSI) masih tertahan di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Kemudian Jens Raven yang tinggal disumpah WNI juga dapat segera memperkuat Timnas Indonesia. Striker berpostur 189 cm itu diproyeksikan dapat jadi jawaban dari masalah ketajaman lini depan skuad Garuda.

Tambahan kekuatan dari pemain keturunan diharapkan dapat membantu Indonesia melangkah lebih jauh. Bukan tak mungkin Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan menghadirkan kejutan dengan kembali mencetak sejarah baru.

Selain lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia juga otomatis lolos ke Piala Asia 2027. Artinya, Piala Asia 2023 bisa menjadi tolok ukur bagi Indonesia.

Saat itu Indonesia berhasil membuat sejarah lolos kali pertama ke babak 16 besar Piala Asia. Namun Indonesia harus tersingkir di 16 besar usai kalah 0-4 dari Australia.

Pencapaian itu bisa menjadi ukuran bahwa Indonesia benar-benar harus naik level lagi demi bisa finis sebagai juara atau runner up grup di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 demi lolos ke Piala Dunia 2026.

Kesalahan passing, blunder, dan pertahanannya yang mudah ditembus adalah masalah yang tidak boleh terlihat lagi di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 nanti. Minimal para pemain Timnas Indonesia harus meminimalisir kesalahan individu yang mendasar.(han)