Kemenkes Setop Sementara Penjualan-Resep Obat Sirop, Begini Nasib Apotek-Minimarket

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) baru-baru ini mengimbau tenaga kesehatan dan apotek untuk menyetop sementara menjual atau meresepkan obat dalam bentuk sirup.

Kemenkes Setop Sementara Penjualan-Resep Obat Sirop, Begini Nasib Apotek-Minimarket
Foto: Suci Risanti Rahmadania/DetikHealth

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) baru-baru ini mengimbau tenaga kesehatan dan apotek untuk menyetop sementara menjual atau meresepkan obat dalam bentuk sirop. Hal ini dilakukan imbas adanya temuan 206 kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak di Indonesia per Januari-18 Oktober 2022.

Terkait hal tersebut, salah satu apotek di Sawangan, Depok, merasa 'galau' untuk menarik obat sirup dari edaran lantaran belum ada perintah resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) meski sudah ada himbauan dari Kemenkes RI.

BACA JUGA: Kemenkes Larang Masyarakat Tak Konsumsi Obat Sirop Meskipun Sudah Dibeli


"Karena belum ada edaran pastinya, kalau sudah ada dari atasan atau rekomendasi dari BPOM bisa ditarik," ucap salah satu pegawai apotek di Sawangan, Depok, dikutip dari detikhealth Rabu (19/10/2022).

Senada dengan minimarket di Sawangan, Depok yang menjual obat sirop. Salah satu pegawainya bernama Agina (22) mengungkapkan sampai saat ini masih belum ada perintah resmi dari atasannya maupun pihak berwenang BPOM, sehingga pihaknya tetap menjual obat sirup dan melayani konsumen.

"Belum ada supervisi dari atasan saya. Jadi tetap jual karena belum disuruh ditarik. Sore paling supervisi dari atasan teh," ucap Agina.

Di sisi lain, ada juga apotek di wilayah yang sama, langsung menarik obat sirup usai mendengar himbauan dari Kemenkes. Pihak apotek menyebut himbauan tersebut diterima hari ini dan mulai mengalihkan konsumen ke produk obat lain.

Adapun obat yang direkomendasikan oleh apotek tersebut seperti obat panadol tablet dan obat alami madu.

"Baru hari ini mulai kita tidak dijual karena baru dapat informasi hari ini," ucap salah satu pegawai berinisial M (38).

"Mulai hari ini kita alihkan ke yang lain seperti panadol tablet. Tapi memang kita tidak terlalu merekomendasikan paracetamol si Mba, lebih ke herbal seperti madu," ucapnya lagi.(eky)