Kebun Giji Desa Candirejo Deli Serdang Dapatn Apresiasi Pemkab, Begini Penjelasan Kades

Kebuh giji terdapat banyak jenis sayur sayuran seperti bayam Jepang, cabe cabean, terong, tomat, kacang kacangan dan daun sop. Ada juga kolam tempat pembudidayaan ikan lele

May 21, 2024 - 18:18
Kebun Giji Desa Candirejo Deli Serdang Dapatn Apresiasi Pemkab, Begini Penjelasan Kades
Kebun Giji Desa Candirejo. (Foto: Nusadaily.com/marwan lubis)

NUSADAILY.COM - DELI SERDANG - Kebun Giji yang dikelola Pemerintah Desa Candirejo Kecamatan Biru Biru Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) mendapatkan apresiasi dari Pemkab Deli Serdang. "Akhir bulan ini tepatnya pada 28 akan ada kunjungan tim dari Pemkab untuk melihat langsung kebun giji yang kita kelola," kata Edi, Kepala Desa Candirejo, Selasa (22/5/2024).

 

Menurut Edi, kebun giji ini sendiri tergolong masih baru, karena baru dikelola sejsk lebih kurang tiga bulan. Dan lokasinya terletak persis di belakang kantor Desa Candirejo yang tidak jauh juga dari asrama Batalyon Armed 2.

 

Dikebun giji, lanjut Edi yang merupakan purnawirawan TNI AD ini, aneka ragam tetanaman ditanam dan dibudidayakan selain budidaya ikan lele. Sehingga akan memenuhi empat sehat lima sempurna.

 

"Mohon dukungan dari semuanya agar kebun giji ini dapat terus bertahan dan berkembang. Dan ini akan sangat bermanfaat bagi seluruh warga," ucapnya.

 

Pantauan Nusadaily.com, di kebun giji terdapat banyak jenis sayur sayuran seperti bayam Jepang, cabe cabean, terong, tomat, kacang kacangan dan daun sop. Ada juga kolam tempat pembudidayaan ikan lele.

 

Sejumlah warga dan staf Pemerintahan Desa juga tanpak ikut berperan aktif dalam pengelolaan kebun giji. Bersama Kades setiap hari menjaga dan merawat seluruh tanaman.

 

"Kami kagum sama bapak Kades tak pernah mau diam. Ada saja yang dikerjakannya. Beliau orangnya memang ikhlas untuk membangun dan memajukan desa yang dipimpinnya " sebut salah seorang staf  Pemerintahan Desa Candirejo.

 

Menyinggung Bimtek yang baru diikutinya, menurut Edi bimtek yang berlangsung selama 3 hari di hotel Madani kota Medan fokus soal teknis menyelesaikan persoalan tanah dan bangunan. (mar/wan)