Kasus Gagal Ginjal Akut Ditemukan di Depok, Sekda: Penjualan Obat Sirop Sudah Tidak Ada

Kasus gagal ginjal akut ditemukan di Kota Depok, Jawa Barat. Seorang anak perempuan berusia 3 tahun 8 bulan dilaporkan meninggal dunia akibat gagal ginjal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Sekretaris Daerah (Sekda) Depok Supian Suri mengatakan pihaknya telah memonitor penjualan obat sirop yang direkomendasi BPOM untuk ditarik. Hal tersebut menindaklanjuti merebaknya kasus gagal ginjal akut di sejumlah daerah.

"Kita sudah monitor melalui Dinas Kesehatan terkait penjualan sirop yang di apotek dan di tempat-tempat penjualan obat sudah kita cek. Dan sudah tidak dijual walaupun pengawasan obat itu tanggungjawab provinsi," kata Supian saat ditemui di Balai Kota Depok, Senin (24/10/2022)

BACA JUGA : Pemerintah Siapkan Daftar Obat Sirop Aman dan Bebas Cemaran EG

Supian mengatakan ada satu kasus gagal ginjal akut yang ditemukan di Depok. Ia berharap tak ada penambahan dari kasus tersebut.

"Mudah-mudahan baru satu itu (di Rawageni, Cipayung). Mudah-mudahan tidak ada lagi,' ungkapnya, dilansir dari detik.com 

Pengawasan dilakukan oleh Pemkot Depok di seluruh apotek. Dikatakan setiap apotek di Depok sudah mengantisipasi obat sirop yang diduga mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

"Kita sudah monitor kok, tanda kutip tidak atas nama sidak, kita sudah monitor semua. Semua apotek tempat penjualan sirop yang tadi masuk kategori itu, juga sudah mengantisipasi semua insyaAllah," katanya.

BACA JUGA : Pemerintah Siapkan Daftar Obat Sirop Aman dan Bebas Cemaran EG

Kasus Gagal Ginjal Akut di Depok

Kasus gagal ginjal akut ditemukan di Kota Depok, Jawa Barat. Seorang anak perempuan berusia 3 tahun 8 bulan dilaporkan meninggal dunia akibat gagal ginjal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Di Kampung Rawageni, Cipayung, Jumat (21/10/2022), terlihat anggota Puskesmas Ratujaya berada di lokasi. Pihak puskesmas bakal melakukan penelusuran riwayat perawatan balita tersebut.

"Terlapor baru satu, mudah-mudahan ini terakhir ya. Kami akan mengkoordinasikan dengan pihak kesehatan dari dinas tingkat kota. Kami juga akan menelisik informasi di Rumah Sakit Bunda Aliyah dan di RSCM," kata Kepala Puskesmas Ratujaya, Imron.

Lurah Ratujaya, Bambang, mengatakan pihaknya mendapat kabar balita tersebut meninggal akibat gagal ginjal akut

"Informasinya memang dia wafat akibat seperti itu (gagal ginjal akut)," kata Bambang.

Orang tua balita yang meninggal, Soliha, mengatakan anaknya meninggal pada Minggu (16/10). Sebelum dilarikan ke RSCM, balita itu sempat dibawa ke RS Bunda Aliyah.

"Anak saya umurnya 3,8 tahun, sempat dirawat dahulu di Rumah Sakit Bunda Aliyah," tuturnya.(ros)